Tuesday, April 19, 2011

Jujurlah!

Seperti biasa, setiap berangkat atau pulang kerja saya dan suami di mobil suka dengerin Radio Fajri. Sudah hampir dua tahun saya selalu denger radio ini dan bukan lagi dengerin stasiun musik. Mungkin karena kami merasa kalo denger radio ini pikiran jadi lebih tentrem dan di jalanan macet jadi lebih tenang dan bukan misuh-misuh ga jelas!

Nah, tadi pagi radio itu bahas soal "Jujur". Berkata jujur bukan perkara mudah, sekalipun sama anak kecil! Coba saja kita inget2, sudah berapa kali hari ini kita bersikap tidak jujur? Bisakah kita bersikap jujur terhadap anak kita?pasangan? orang tua? guru? teman? boss/atasan? Apalagi jika kita jujur mengungkapkan sesuatu yang merupakan suatu 'kesalahan' di mata mereka! I'll bet you 're hard to do it! and me too!

Bayangkan, jika seorang pria jujur ke calon istrinya bahwa sebenarnya dia 'terpaksa' pilih dia karena daripada engga sama sekali (maksudnya : ga ada pilihan lain!), calon istrinya pasti langsung nangis bombay! Atau jika seorang suami jujur bilang ke istrinya kalo dia jatuh cinta lagi sama seorang gadis. Apa tanggapan istri? menjerit histeris...atau PLAK! (tamparan ke pipi suami). Begitu pula , jika istri jujur bilang ke suami bahwa tadi siang saat suami kerja dia ambil uang Rp2 juta di kantong baju suami buat shopping, tanggapan suami? 'berani-beraninya Mama!!". Terus kita coba jujur ke boss bahwa kemarin saat boss sedang Dinas Luar, kita malah ngabur seharian ke DUFAN Ancol! maka tanggapan boss: "oke..kepak semua barangmu dan besok ga usah masuk lagi!"

Berkata Jujur itu memang susah, dan bisa jadi berakibat buruk. Tapi agama saya (Islam) menganjurkan demikian! "jujurlah, meskipun itu menyakitkan!". Setidaknya, dengan bersikap/berkata jujur, pikiran dan hati jadi tenang karena tidak ada yang disembunyikan. Maka, ayo kita mulai berkata jujur. Jangan kalah donk sama para selebritis! akhir-akhir ini mereka berbondong-bondong bicara jujur ke pers, bahkan sampai ngundang banyak wartawan. Tentu saja kita ga perlu sedramatis itu! (lagian wartawan diundang pun kagak bakalan dateng, 'emang sapa loe?'). Setidaknya kita cukup bicara jujur pada orang yang udah kita bohongin.

Oke, let's start to be honest today! ntar saya mo' bilang ke boss ah.. kalo hari ini saya lagi males kerja, males rapat dan males dapet perintah2 dari dia! Moga-moga saja dia menghargai kejujuran saya dan bukannya kasih SP alias Surat Peringatan!! :P


10 comments:

Muhammad A Vip said...

kalo sekiranya bakal menimbulkan masalah baiknya diem saja, nggak usah diceritakan. bukankah salah satu bentuk tobat adalah dengan tidak menceritakan ketidakbaikan yang telah kita lakukan.
ada cerita seorang wanita bilang kepada Nabi SAW. bahwa dia telah berzina. itu dikatakan ketika tidak ada orang dan Nabi diam saja lalu ditinggal pergi, begitu sampai dua kali. Baru yang ketiga kali ada sahabat yang mendengar pernyataan wanita itu, saat itulah Nabi baru menghukum.
Jadi permudah saja urusan, jangan cari masalah. Bukankah agama mestinya memudahkan dan menyenangkan Bu?

Noeel-Loebis said...

kayaknya semua agama juga mengajarkan kejujuran, sesuatu yang amat sangat diterapkan dalam situasi apapun. :)

Popi said...

@A Vi: ya betul. Mungkin maksudnya daripada orang yang udah kita bohongin malah denger tentang ketidakjujuran kita dari orang lain, kan lebih baik kita duluan yang bilang ke dia.

@ Noeel: tentu Noeel. Semua agama mengajarkan itu.

Burhanuddin Ojo said...

udah lama gka dngerin fajri fm, soalnya kosan yg sekarang gak bisa nangkep sinyalnya... :(

jujur...hmmmm..
gampang diucap..semoga juga gampang dilakukan...

IbuDini said...

Saya lebih memilih diam seribu bahasa jika masalah yang akan saya utarakan akan menyakiti banyak orang...
Jika Diam itu tak menimbulkan masalah maka itu yang saya pilih.

Terus terang saya sering tak jujur terhadap anak saya dengan soal makanan...karna banyak makanan yang tak boleh dimakannya jadi banyak alasan yang terkadang kurang tepat saya utarakan untuk kebaikannya.

Sugeng said...

Aku gak mau nyerempet-nyerempet yang bukan wilayahku untuk di umbar, biar gak ditanya lebih jauh. Kalau begitu kan gak terlalu penting untuk jujur :D (rahasia kaum lelaki)
**kaburrrrrr.................

zee said...

Kalau saya, tergantung masalahnya apa ya. Memang ada hal2 yang tidak perlu diungkapkan karena ditakutkan bisa merembet kemana2 dan menimbulkan efek yang tidak baik pula.
Tapi contohnya boleh dong dibalik, gimana klo istri jujur karena jatuh cinta sama cowok brondong? Hehehehe...

Popi said...

@Ojo: hadeuh...beli antene parabola donk!
@IbuDini: susah ya bohong sama anak kecil?suka banyak nanya2 alasan dilarang ini itu :D
@Sugeng: ah..biasa!
@zee: Mbak? bukan pengalaman pribadi kan?? :O

Kim said...

Saya mau jujur ah.. Kalo saya seneng ketemu blogger jawa.. :D

oma said...

Jujur? Jujur Kacang Ijo? Haha, itu kata si pacar setiap kali saya berbicara tentang kejujuran. Berbicara jujur pun ada tekniknya agar kejujuran kita tidak menyakiti orang lain. Sayangnya, saya belum berhasil memprektekannya. Selalu saja gagal dan berakhir dengan membuat anak orang nangis dan sakit hati karena saya terlalu "jujur"

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...