Monday, April 15, 2013

Candra Naya - bangunan kuno diantara yang modern

tampak depan Candra Naya
Saya adalah pecinta bangunan tua, kuno, berhawa magis atau mungkin horor. Itu jangan diragukan lagi!
Kalo saya tanpa sengaja menemukan bangunan kuno, maka ibarat dua kekasih yang tak bertemu lama, rasanya senenggg banget. Kalo bisa pelukan, udah dipeluk tuh bangunan.

Rasa senang dan bahagia itu pun mendadak menyerang saya, saat tanpa sengaja -ini bener2 ga sengaja- saya dan teman2 menemukan suatu bangunan  kuno diantara bangunan modern yang tinggi menjulang.

Awalnya, saya dan teman2 berniat rapat di Hotel Novotel Gajah Mada Kota.
Saat memasuki halaman depan hotel, mata kami langsung disuguhi pemandangan sebuah bangunan khas Tionghoa. Rasanya aneh, kok bisa suatu bangunan kuno 'nyempil'  diantara hotel dan perkantoran yang menjulang? Tadinya kami pikir itu kelenteng tempat ibadah. Ternyata, bangunan ini sebagai bangunan cagar budaya yang dilindungi Pemerintah.

Bangunan yang terkenal dengan nama Candra Naya ini tadinya merupakan rumah Mayor Khouw Kim An, pemimpin masyarakat China di Jakarta sekitar tahun 1910-an. Riwayat dan sejarah lengkap berdirinya bangunan ini bisa dibaca di situs National Geographic.  Disini saya cuma mau berbagi keindahan isi bangunan tersebut, yang bikin para pengunjung terpesona, dan sekali lagi surprised...kok bisa ya, ada bangunan  kuno diantara gedung bertingkat?  posisinya yang 'nyempil' itu yang bikin unik.

O'iya...kata temenku -yang punya indera keenam- saat masuk ke suatu ruangan yang dulunya kamar, katanya hawanya rada lain. Entahlah. Tapi kalo aku mah biasa aja tuh.


area depan Hotel Novotel

ruang tengah

kolam di halaman belakang
sayap kiri bangunan

teman2 bergaya depan kolam



sebuah teras


Thursday, January 31, 2013

Helm-ku mana?

Satu-satunya alat pelindung kepala pada saat naik motor ini keberadaannya masih sering diabaikan. Kadang orang pake helm kalo dilihat ada polisi di jalan. Kalo ga ada, ya ga dipake.
Padahal fungsi pake helm itu ga ada hubungannya sama polisi. Fungsi helm itu buat si pemakai itu sendiri. "Kepala, kepala loe! ga ada ruginya buat gue!" gitu mungkin kata Polisi.

Herannya, kadang orang pake helm ngasal nempel doank! Boro-boro diiket di kepala dengan bener, helm-nya pun pake helm proyek yang ga sesuai SNI. 

Saya, sebagai orang yang sadar akan keselamatan diri, sengaja minta suami beliin helm bagus yg sesuai SNI. Rada mahal sih, tapi kalo buat kenyamanan dan keselamatan, apa salahnya berkorban?
Cuma yang jadi masalah, helm bagus kayak gitu suka rawan pencurian. Apalagi pas kita parkirin motor di mall, tempat penitipan motor atau dimana saja. Suami saya udah 2 x ketuker helm di tempat penitipan stasiun. Helm-nya yang bagus, dituker dengan yang sompak. Maka ga heran kalo beberapa orang saya lihat suka bawa-bawa helm-nya kemana-mana. Daripada dicuri atau dituker?

Segitu pentingnya helm, sampe naik ojek pun saya suka minta helm sama si tukang ojek. Sayangnya, ga semua tukang ojek punya helm buat penumpang. 
Nah, kalo tadi pagi, beberapa tukang ojek di stasiun Juanda kulihat menyediakan helm buat penumpang. Wah...sip! pikirku.  Maka dengan langkah pasti kuhampiri salah satu dari mereka.

Sesaat sebelum naik motor, dengan tenang kuambil helm penumpang (kayaknya bagus dan sesuai SNI) yang saat itu nangkring di atas jok penumpang. Namun, belum sempat kupake di kepala, mendadak si tukang ojek mengambilnya kembali dari tanganku, sambil bilang "gak perlu pake helm Bu, kan Ibu udah pake jilbab!"  ....hah? **bengong**  jilbabku dianggapnya tahan banting = helm.


Monday, January 28, 2013

Hotel Transylvania

sumber gambar: www.wired.com
Udah nonton film ini? kalo belom, segeralah nonton, sebelum nonton itu dilarang!
Saya dan anak-anak nonton film ini lebih dari 3x. Kedua bocah lelakiku, tiap waktu film yang disetel adalah film itu lagi - itu lagi. 
Harus diakui, filmnya memang sangat menarik (kapan sih, Hollywood bikin film animasi yang gak menarik??). Apalagi diiringi pula oleh beberapa lagu beraliran RnB dan musik rap (kedua jenis musik yang lagi didemenin anak2ku). Pengisi suara film ini, bintang-bintang top seperti Adam Sandler, Selena Gomez, Andy Samberg, dan Fran Dreschner (yang main di sitkom the Nanny, inget kan?). 

Hotel Transylvania adalah film animasi Hollywood yang bercerita tentang kaum dedemit di Pulau Transylvania sono. Alkisah bangsawan drakula, Count Drakula berniat merayakan pesta ulang tahun putri tunggalnya Mavis ke-118 tahun (= 18 tahun di dunia manusia). 
Pesta ultah itu berbarengan dengan launching hotel miliknya yang dinamakan Hotel Transylvania. Hotel ini satu-satunya hotel megah untuk kaum dedemit. Count Drakula menjamin, hotel ini 'bebas' dari gangguan kaum manusia.
Lalu, tanpa diduga, seorang pemuda cungkring  (manusia) yang suka berpetualang - bernama Jhonny, tersasar masuk ke Hotel Transylvania. 
Count Drakula, begitu tau ada manusia tersasar masuk ke hotelnya, langsung kalang kabut. 
Tentunya kehadiran manusia bakal membuat heboh tamu2 hotelnya. Para tamu bakal kocar-kacir meninggalkan hotel itu karena ketakutan. Dan Count Drakula bakal rugi bandar!

Setelah dengan berbagai cara mengusir Jhonny tak berhasil, akhirnya Count Dracula pun menyuruh Jhonny menyamar jadi salah satu dedemit. Jhonny pun menyebut dirinya 'Jhonny Stein'  dan ngaku2 ponakan Frankenstein (pamannya Mavis). Halah...

Singkat kata singkat cerita, Jhonny yang berhasil bikin pesta ultah Mavis -yang tadinya membosankan jadi meriah dengan pesta khas remaja- malah bikin Mavis jatuh cintrong. 
Count Dracula yang sadar hal itu, langsung kebakaran gigi taring. Dia pun mengusir Jhonny dari hotel. 
Sayangnya, saat itu pun penyamaran Jhonny Stein terbongkar oleh koki hotel yang berpenciuman tajam. Menyadari bahwa diantara mereka ada manusia - satu kaum yang ditakuti kaum dedemit- para tamu hotel langsung rebutan check out dari hotel.
Kepergian Jhonny bikin Mavis berduka. Count Drakula, yang sayang bener putrinya, jadi melongo bingung.
Akhirnya, dengan ditemani ketiga sobatnya : Frankenstein, the Mummy, dan Werewolf,  dia berusaha mengejar Jhonny ke bandara.

The problem is...mereka harus mengejar Jhonny ke bandara pada siang hari. 
Matahari, benda panas yang paling ditakuti Count Drakula tentu jadi rintangan utama. 
Selain itu, mereka juga harus melewati perkampungan manusia yang selama ini mereka hindari.

Berhasilkah mereka? hm..tonton saja sendiri kelanjutan film ini. Dapatkan VCD dan DVD-nya di lapak-lapak terdekat di kota anda!  Bleh..bleh..bleh...


Catatan:
Kalo selama ini film horror itu dari sudut pandang manusia, maka kali ini film horror itu dari sudut pandang kaum dedemit. Dan yang jadi horror itu adalah kaum manusia! Suatu tema yang gak biasa.
Sebenarnya bukan sekali ini saja Hollywood bikin film horror dari sudut pandang kaum dedemit. 
Kalo anda pernah nonton film "The Others" yang dibintangi Nicole Kidman, disana anda juga menemukan horror  manusia ke dedemit.

Satu hal yang bisa diambil manfaat dari nonton film ini adalah saya bisa bilang ke anak2... "tuh kan, kaum dedemit juga takut sama manusia! So, mulai sekarang, kalian jangan takut sama setan, pocong dan sejenisnya, oke?"
(ciyus ga takut lagi ma pocong? miyapa?...)



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...