Monday, July 19, 2010

Berpacu dengan waktu

Hari Senin, seperti halnya hari Senin kemarin, selalu saja terasa sama! Sibuknya melebihi hari-hari yang lain. Pagi jam 04.00 saya sudah menyiapkan sarapan dan bekal anak-anak. Jam 04.30 Sholat Subuh, 04.50 memandikan baby Jasmine...alhamdulilah pagi ini dia sudah bangun!! biasanya sampai jam 05.00 dia masih tengkurap nyenyak dan terkadang saya memandikannya pada saat matanya masih setengah terpejam!! (hihi...ibu kejam ya?? tapi mau gimana lagi? saya harus segera memandikannya, kalau tidak si mbak pengasuh bakal memandikan dia di atas jam 07.00, setelah kedua abangnya berangkat sekolah dan semua pekerjaan rumah beres!). Kemudian, setelah beres memandikan si kecil, saya memandikan Yasser. Anak saya yang satu ini luar biasa susaaaaaaahhh sekali digerakkannya! Entah itu untuk bangun pagi- sholat -mandi - apalagi berangkat sekolah sepagi ini!! Saat di TK dulu, berangkat jam 07.30 saja, dia susahnya minta ampun, apalagi ini-sekolah jam 07.00 dan mobil jemputan datang jam 06.00!! Dia terlihat suntuk, pikirnya: kenapa harus sepagi ini sekolah?. Saya sadar, anak sekecil itu pasti merasa berat dan capek kalo harus tiap pagi bag-big-bug berangkat sekolah. Tapi ini harus dilakukan, karena dia harus ikut mobil jemputan! seandainya saya yang mengantar (sayangnya saya harus kerja!) atau ada sopir pribadi yang mengantar (hm..perlu extra biaya untuk bayar sopir ini!!), mungkin mereka tidak harus sibuk di pagi hari! Setidaknya dari rumah jam 06.40, sudah cukup untuk bisa sampai di sekolah pas bel masuk.

Melihat saya yang masih sibuk mengurus anak-anak (padahal sudah jam 05.35) suami heran dan nyeletuk : "pasti mama lagi konsinyering ya?". Pertanyaan klise ini seringkali kami lempar pada pasangan, saat salah satu dari kami terlihat santai pagi-pagi di hari kerja!. Dengan kesibukan luar biasa di pagi hari, maka undangan konsinyering di kantor menjadi benda berharga yang paling dinanti dan favorit kami! Karena kalau status kami konsinyering, maka kami tidak ada kewajiban untuk absen pagi!! Datang siang pun kami tidak akan kena potongan tunjangan pendapatan!. Indah bukan???

Lanjut cerita, setelah dirasa anak-anak sudah oke, saya pun langsung mandi cowboy coret! (maksudnya: saya tetap membasuh seluruh badan dengan sabun dan air!! tapi ya itu tadi super kilat kayak cowboy-tak peduli sudah bersih atau masih berdaki? gosok gigi pun kadangkala dilakukan di wastafel dekat meja makan, sambil bergerak kesana kemari membereskan bekal anak-anak). Dandan? sudah lama kutinggalkan acara dandan di rumah, biasanya saya melakukannya di kantor. Sarapan? wah apalagi yang ini! sudah jadi masa lalu! Saya sudah tidak ada waktu untuk mengurus perut sendiri. Jangankan untuk sendiri, untuk suami saja terkadang saya hanya sempat membikinkan minuman hangat dan sebutir telor kampung. Maka bagi saya tidak perlu berdiet ketat, karena aktivitas rutin pagi sudah cukup bikin bobot tubuh merosot perlahan.

Sebelum berangkat, biasanya saya hanya selintas mencium kening anak-anak dan pamit sambil memberikan perintah ini itu. Seringkali mereka ikut berlarian melepas kepergian Ayah Ibunya. Sementara itu si kecil hanya bisa melongo! Dari tadi dia cuma memperhatikan kami yang bergerak kesana kemari di depannya. Sesekali dia berteriak hampir menangis sambil matanya terus bergerak mengikuti kemana saya pergi. Mungkin dalam pikirannya: mama kok sibuk amat? sampai ga sempet gendong aku?. Namun saya merasa lama-lama dia mengerti bahwa beginilah peristiwa pagi hari- dan dia siap dicuekin sang ibu. Karena saat sabtu minggu atau hari libur, saat dia terbangun dan saya ada di sampingnya, dia pun kembali terlelap dengan wajah tersenyum. Seolah tau bahwa ini adalah hariku dan ibu.

Dalam kereta menuju tempat kerja, saya -yang sudah pasti tidak dapat kursi empuk dan hanya duduk di kursi besi pribadi- sebenarnya ingin sekali melanjutkan tidur yang masih kurang, tapi sepertinya tidak nyaman, karena seringkali kursi besi saya hampir jatuh akibat guncangan kereta yang melaju cepat. Maka sepanjang jalan itu saya hanya melamun dengan terkantuk-kantuk, sambil merenung : sampai kapan saya harus menjalani rutinitas seperti ini? mengingat saya seorang PNS, maka kira-kira sampai umur 56 tahun alias kurang lebih 20 tahun lagi saya harus mengalami aktivitas pagi seperti ini! Tentu saja setelah anak-anak beranjak remaja, kesibukan pagi akan sedikit berkurang. Namun setidaknya (ini kalau saya panjang umur!) kurang lebih sampai si kecil melewati SD nya atau 10 tahun lagi!! Sepertinya saya harus berpikir kembali untuk mencari lokasi pekerjaan yang tidak mengharuskan saya bangun pagi buta dan pamit kilat pada anak-anak tercinta. Bagaimanapun saya tidak ingin melewati golden ages mereka!!
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...