Monday, July 12, 2010

HARI PERTAMA SEKOLAH

Hari pertama anak masuk sekolah selalu bikin orangtua senewen. Pagi-pagi sibuk menyiapkan sarapan, membangunkan mereka agar cepat sholat, mandi dan berseragam. Kalau Cuma sekali diberitahu langsung dikerjakan sih mending, tapi kalau sebaliknya? wah bisa bikin kepala cenut-cenut!! Mana si baby belum dimandikan pula, dan saya sendiri sebenarnya harus berangkat ke kantor. Tapi demi anak (dan kebetulan hari ini –posisi absen kantor saya aman!) maka saya minta izin bos untuk datang siang, setelah mengantar anak sekolah.

Sampai sekolah, saya bergerak cepat untuk mencari ruang kelas Yasser di kelas 1 B. Di depan kelas, dua orang Guru tersenyum ramah menyambut anak-anak baru yang masih polos dan agak malu-malu memasuki kelas. Ruang kelasnya benar-benar nyaman dan representatif!! Semua perlengkapannya terkesan masih baru dan beberapa malah ada yang belum dibuka dari dusnya (seperti Dispenser). AC berhembus perlahan, membuat ruangan terasa sejuk menuju dingin, (mengingat ruang kelas yang lumayan luas dengan jumlah anak sekitar 25 orang).

Setelah dirasa Yasser aman di kelas barunya, kemudian saya dan si sulung Yassin kembali berkeliling mencari ruang kelas 4B. Setelah bertanya kesana-kemari, akhirnya ketemu juga di lantai 2. Ruangannya masih kosong, sebagian anak masih menunggu diluar. Saya cepat mencari posisi bangku yang nyaman agar Yassin bisa menangkap setiap materi pelajaran dengan tepat. Ini perlu, mengingat jumlah anak dikelas ini sekitar 50 orang!!.

Dibandingkan dengan ruang adiknya, ruang si sulung ini sebenarnya hampir sama luasnya, namun mengingat jumlah murid yang 2 x lipat lebih banyak, jadinya terkesan sempit! Mana tidak ada AC pula! Bangku-bangku pun masih di atas meja. Belum rapih dan masih berdebu pula! Saya segera mengeluarkan tissue di tas dan melap meja dan bangku anakku. Mendadak Saya jadi membandingkannya dengan kelas Yasser tadi! Disini tidak ada senyuman Guru yang menyambut murid di pintu kelas dan tidak ada pula perlengkapan baru! Lah , kok bisa dua kondisi berbeda di SD yang sama? jelas bisa! karena adikknya berada di kelas program rintisan internasional, sedangkan Yassin berada di program sekolah standar nasional! Yang pertama itu bayar, yang terakhir itu gratissss!!!

Melihat dua kondisi yang bertolak belakang itu, mengingatkan saya akan film Laskar Pelangi! Jika Yasser di SDN Timah dengan sarana yang lengkap, maka Yassin adalah murid SDN Muhamadiyah tempat Ical dkk berjuang meraih mimpi dengan sarana sekolah yang pas-pasan!!

Meskipun demikian, saya tetap optimis: Dimanapun kalian bersekolah Nak, dan bagaimana pun kondisi sekolahmu, jangan pernah menyerah dan belajarlah yang rajin!! Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu!!

2 comments:

umazkiya said...

waaaaah..masih belum bisa kebayang deh perbedaan dua kelas di dalam 1 sekolahan yang sama.....
aku bener2 udah lupa pemandangan sekolah negeri standar itu kayak gimana (yg kayak jaman kita sekolah dulu....) soalnya selama ini cuma melihat sekolahan swasta islam terpadu yg bayarannya selangit, dan pastinya fasilitasnya ok punya :)

Ario Antoko said...

yang penting naik kelas dan dapat ilmu walau standar kelasnya beda :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...