Monday, November 8, 2010

Ibu gaul & anak malang =

Saat anda berada di suatu tempat umum misalnya cafe, resto atau apalah dan saat anda di angkutan umum, misalnya kereta atau angkot, sejauh mata memandang -pemandangan apakah yang anda lihat dan identik sama? Yup, orang main HP!. Saya yang tiap hari naik 2 jenis kendaraan itu dan biasa bengong dalam menghabiskan waktu menuju tempat tujuan terkadang heran dan geleng2 kepala lihat 'kebiasaan kolektif' orang-orang saat ini. Virus main HP menyerang hampir semua orang: tak mengenal umur, jenis kelamin, kasta dan suku bangsa! Kebiasaan 'sibuk main HP' ini juga berlaku bagi pasangan, baik suami istri maupun yang baru tahap pacaran! Sepertinya dunia 'milik berdua' sudah ga jaman! sekarang dunia 'milik sendiri'! :(

Nah, yang paling sebel dan mengkhawatirkan, bila kebiasaan main HP itu 'menjangkiti' ibu-ibu gaul! (saya sebagai 'ibu-ibu' yang gak gaul-berhak protes donk! :D ) . Okelah kalo para ibu tersebut memang sedang beraktivitas sendiri - misalnya mereka pulang/pergi kerja sendiri, atau makan di cafe sendirian, tapi kalo mereka sedang tidak 'alone' alias saat itu mereka sedang sama anaknya itu loh yang terkesan 'keterlaluan'! (kok jadi saya yang sewot ya?). Saya berhak sewot, protes dan sampaikan uneg-uneg, mengingat saya sebagai salah satu anggota perkumpulan pecinta anak dan aktivis pembela hak-hak anak ( :O ) merasa prihatin atas efek kesibukan main HP sendiri itu! kenapa? karena berdasarkan pengamatan langsung, biasanya para ibu gaul tersebut bawaannya jadi ngomel ke si anak, kalo tu' anak sampai 'mengganggu' aktivitasnya! Berikut di bawah ini sedikit saya ceritakan pengalaman saya yang sempat bertemu para ibu gaul tersebut.

Saat saya naik angkot pulang menuju rumah, ada seorang ibu muda yang membawa balita cantik (umur si anak sekitar 4 tahunan). Sepanjang jalan, dari mulai dia naik angkot sampe dia turun, tangannya ga sedikit pun lepas dari HP!. Saya yang duduk tepat disebelahnya, iseng melirik HP si ibu. Penasaran apa sih yang dikerjakannya. Hm.. rupanya dia sedang ber-chatt- ria dengan entah siapa. Kemudian si anak, karena bosan perjalanan jauh dan mungkin ngantuk (saat itu jam 7 malam) - jadi rewel dan terus bertanya kapan mereka sampe ke tujuan. Si Ibu yang merasa terganggu aktivitasnya, langsung ngomel dan spontan mencubiti si anak. Si anak malang langsung diam, dan kembali terkantuk-kantuk. Si ibu demi melihat anaknya yang terkantuk-kantuk hampir jatuh, bukannya menahan kepala si anak supaya tak jatuh, malah menghardik anaknya supaya jangan tertidur - sementara tangan si ibu tetap sibuk di HP! Kalo saya jadi si anak, mungkin saya bakal protes : "ibu, saya tidur ga boleh, bicara ini-itu malah diomelin! Ibu sendiri malah sibuk main HP!".

Pengalaman terbaru, saat Sabtu kemarin mengantar baby Jasmine dan Yasser periksa dokter. Di ruang tunggu pasien, saya duduk bersebelahan dengan seorang ibu dan putrinya yang sedang sakit. Mungkin karena kelamaan nunggu dan memang sedang ga enak badan, si anak-berusia sekitar 2 tahunan- rewel dan menangis. Si Ibu -lagi-lagi- mencubit si anak dan minta si anak untuk diam. Saya yang duduk disebelahnya sempat mendengar ancaman si ibu pada anaknya seperti ini : "ade jangan nakal ya? kalo nakal ibu cubit, mau ibu cubit lagi? makanya ade diam, jangan rewel dan nakal" ..demikian berulang-ulang perkataan si ibu pada anaknya setiap kali didengarnya si anak mulai rewel dan kesal. Si anak demi mendengar perkataan ibunya hanya diam sambil menahan tangis. Sedangkan si ibu, seperti biasa, kembali melanjutkan aktivitasnya - main HP! :(

Terus terang, saat itu sebenarnya saya pengen turut campur dengan iseng bertanya kepada ibu tersebut: "memang definisi nakal itu apa sih Bu?' apakah karena anak ibu rewel dan mengganggu keasyikan ibu, lantas disebut Nakal dan berhak dicubit? bukannya Ibu yang nakal? tapi jelas bukan kenakalan anak-anak, tapi kenakalan Ibu-ibu!" :) .

Saya pun mengingat-ingat, kira-kira saya pernah ga ya bersikap seperti mereka? sibuk sendiri main HP, dan merasa terganggu saat anak kita mengusik dengan minta ini itu, bertanya ini itu atau menangis karena minta perhatian? alhamdulilah sepertinya belum pernah dan moga-moga tidak akan. Kalo pun nanti saya sampai bertindak sama, silahkan tonjok saya! :O



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...