Wednesday, December 29, 2010

Si Cantik $

Siapa yang dimaksud? Saya? Oh tidak :P Terus siapakah yang disebut Si Cantik? Saya tidak menunjuk ke satu orang, tapi banyak! Banyak sekali wanita cantik di sekeliling saya! Mulai dari saat saya masih SD sampai sekarang!. Sepertinya jumlah wanita cantik makin hari makin banyak saja. Entah karena produk perawatan kulit yang makin maju, atau karena angka kecukupan gizi dari sejak ibu hamil makin meningkat, sehingga bisa melahirkan anak-anak cantik dan ganteng? Syukurlah manusia makin sini makin bagus tampilannya, coba kalau tampilannya kembali ke jaman prasejarah (seperti yang diimajinasikan Darwin!) kebayang kan?

Terlepas dari alasan apapun, saya senang melihat kaum wanita makin banyak yang cantik dan pintar merawat diri. Apalagi saya pun punya anak perempuan! walau saya belum bisa membayangkan seperti apakah dia kelak? What will she look like? What will she be? Apakah akan tumbuh menjadi wanita cantik atau biasa-biasa saja atau malah jelek? Entahlah! Hanya Tuhan yang tahu! Namun demikian, seperti apapun dia kelak, saya akan tetap memandang dan menyebut dia si Cantik! Karena saya berpikir, kalaupun dia kelak tidak masuk kategori ‘cantik’, setidaknya dia harus memiliki hati yang cantik ! yang sering disebut juga inner beauty!

Ngomong-ngomong ‘inner beauty’ ini, umumnya kita baru menyadari bahwa seseorang punya ‘inner beauty’ apabila kita sudah kenal betul orang itu. Kebiasaan orang pada umumnya, sering pertama kali orang suka/senang pada seseorang (utamanya kepada wanita) hanya dari permukaannya saja dan bukan hatinya! Memang, bagaimanapun panca indera yang berfungsi pertama adalah mata! Kecantikan hati baru nampak setelah kita mengenal lebih dekat dengan orang itu. Kemudian kekecewaan atas kenyataan bahwa hatinya tidak secantik wajahnya baru disadari setelah berjalan lama. Ini akibat dari kebiasaan judges book by its cover!

Ketidakseimbangan antara wajah cantik dan hati itu yang sering kita temui dimana-mana. Saya sering bertemu wanita cantik, namun dari sekian banyak yang cantik wajahnya, hanya beberapa yang cantik hatinya. Kalau sudah begini, kita cuma bilang “sayang sekali”. Lalu, masih bisakah mereka diperbaiki hatinya? tentu bisa! Asalkan ada kemauan kuat dari dirinya! Hanya saja ‘menyadarkan’ orang agar hatinya cantik memang tidak semudah mempermak wajah jelek menjadi cantik! Mempermak hati jadi cantik emang susah bukan main! Apalagi kalo hati yang tak ‘cantik’ itu sudah mendarah daging dan berurat berakar! Alias sudah tertanam sejak masa kanak-kanak. Mengubahnya butuh proses lama!

Sekarang, manakah yang saya pilih? punya anak yang cantik wajah atau cantik hatinya? (seandainya cuma ada 2 pilihan). Tentu saja saya ingin dua-duanya seimbang! Tapi seperti yang saya bilang tadi, dari sekian banyak wanita cantik, hanya beberapa yang cantik pula hatinya! Seandainya kelak ternyata Allah menjadikan anak perempuanku tidak cantik, saya tetap bersyukur dan berdoa semoga setidaknya Allah melimpahkan kecantikan hati padanya!. Dan seandainya Allah memberikan kecantikan lahir, maka saya lebih bersyukur dan berdoa agar hatinya ikutan cantik! Jika pun hatinya tidak cantik, maka saya tidak akan lelah untuk selalu mengingatkan dia banwa kecantikan lahir tiada artinya tanpa kecantikan batin! Seperti syair lagu jadul jaman 80-an berikut:

Oh ananda tanam di batinmu
Kecantikanmu bukan bekal utama
Oh ananda beningkan hatimu
Jauhkanlah dari sifat iri dengki



Catatan:

saya sendiri- jujur- tidak cantik, baik wajah maupun hatinya! Lalu, mengingat wajah sudah tidak mungkin diubah jadi cantik, maka saya lagi berusaha agar memiliki hati yang ‘rada manis’ (dua level dibawah ‘cantik’! lumayanlah daripada tidak sama sekali! :D )

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...