Tuesday, January 18, 2011

English please! ^

Talking about english. ..sepertinya ga ada matinya! dari jaman saya duduk manis di Sekolah Menengah Pertama (kalau sekarang belajar bahasa inggris dimulai sejak Taman Kanak-Kanak ya? ckckck..) sampai saat kerja kantoran gini, sepertinya belajar bahasa Inggris adalah salah satu kursus 'wajib' yang tidak mengenal batasan usia! Kalau tidak bisa bahasa Inggris aktif, minimal kita bisa secara pasif lah!

Saya sendiri sudah keluar masuk tempat kursus bahasa Inggris kurang lebih sekitar 4 kali, dengan rentang waktu belajar masing-masing sekitar 6 bulan s.d. 1 tahun. Herannya, kok saya masih juga ga bisa 'fasih' berbahasa Inggris? (gimana mau fasih, tidak pernah dipraktekan!). Saya cuma bisa sedikit-sedikit bercakap bahasa Inggris! Padahal tempat kerja saya menuntut seluruh karyawannya memiliki kemampuan bahasa Inggris yang 'mumpuni', baik conversation maupun writting. English -nya pun bukan sembarang English, harus Legal English pula! walah!

Setelah bertanya dan konsultasi dengan saudara -yang kebetulan jago bahasa Inggris- ternyata menurut dia, kemampuan berbahasa Inggris tidak ditentukan oleh seberapa banyak dan seberapa lama kita kursus! karena kursus tidak menjamin kita jadi mendadak sontak 'fasih' berbahasa Inggris dan jago menulis! (contohnya saya ini! :( ). Tanpa kursus pun sebenarnya kita bisa berbahasa Inggris, asalkan kita benar-benar punya niat kuat untuk 'bisa berbahasa Inggris'. Loh, tanpa kursus? emang bisa? maksudnya, kita bisa belajar bahasa Inggris sendiri (otodidak). Beli saja kamus bahasa Inggris di toko buku! Sekarang toko buku sudah banyak menyediakan corner khusus koleksi buku-buku bahasa Inggris, mulai dari pocket dictionary, kamus conversation, kamus peribahasa, novel, dll. Atau kita juga bisa browsing internet, karena sekarang banyak situs-situs, baik dalam maupun luar negeri untuk belajar bahasa Inggris . Gratis pula!

Next, setelah kita punya semua buku itu dan dapat situs-situs tersebut, jangan lupa: praktekan! ngomong donk ngomong! jangan cuma dipendam di hati! Misalnya, sering-seringlah kamu bergaul bareng bule (kayak judul tayangan di TransTV :D ). Rajin-rajinlah mengunjungi tempat wisata yang banyak bulenya. Jangan cuma menatap si bule, tapi ajaklah bule itu ngobrol panjang lebar - ngalor ngidul sampai si bule bosan dan menyesal ketemu orang bawel kayak kamu :O . Seandainya kamu tidak punya dana untuk berwisata, balik lagi ke depan komputer, biasanya di situs-situs belajar bahasa Inggris tadi ada forum diskusi antar anggota (buat orang yang kurang PD model saya, saya lebih suka yang ini! maklum saya tidak perlu bertatap muka dengan orang yang kita ajak ngobrol, jadi kita bisa bicara panjang lebar tanpa rasa malu dan takut "jangan-jangan salah ya spelling-nya?") .

Apakah efektif cara belajar seperti yang saya sebutkan di atas? efektif kok! buktinya saudara saya itu hasil dari proses belajar seperti itu! Dia memang sejak kecil sudah 'jatuh cinta' pada pelajaran bahasa Inggris. Rasa cintanya terhadap bahasa pengantar internasional ini ditunjukan dengan membeli buku-buku bahasa Inggris (fiksi maupun non fiksi). Dia pun aktif dalam forum diskusi bahasa Inggris (langsung dan tak langsung). Sepertinya segala sesuatu memang harus dimulai dengan rasa 'suka'. Kalau dari awal kita sudah 'sebal' dan belajar karena terpaksa (dipaksa orang tua, pacar, suami atau atasan!) biasanya hasilnya kurang maksimal!

By the way alias ngomong-ngomong tentang 'terpaksa' , ternyata ada cerita lain loh! Kakak saya, sebut saja 'Indra', sejak kecil dia paling tidak suka dan tidak bisa bahasa Inggris. Pokoknya bahasa Inggrisnya bisa dibilang 'hancur mina' ! Alkisah suatu hari Kak Indra diajak Kak Ning ke Amerika untuk menemani anak-anaknya sekolah disana. Maka dengan modal bahasa Inggris 'hancur' dan nekad, berangkatlah Kak Indra ke Amerika dengan hati dag dig dug, mau ngomong apa saya entar disana? begitu pikirnya. Sampai disana, kalau sedang di supermarket dia hanya bisa berbahasa tarzan untuk menyatakan keinginannya (kecuali dia ke supermarket bareng Kak Ning, maka Kak Ning jadi translater). Kak Indra benar-benar tersiksa dan menderita, karena pengen jalan-jalan sendiri khawatir kesasar dan gimana minta tolong orang lainnya? (bahkan saat ngomel-ngomel sendiri pake bahasa Indonesia, orang-orang cuma merengut heran!). Namun seiring dengan berjalannya waktu, dari rasa 'benci' ke bahasa Inggris, akhirnya dengan terpaksa dia mengambil kursus bahasa Inggris disana. Hanya 1 tahun kursus! setelah itu dia mempraktekannya sehari-hari. Hasilnya? setelah tinggal di Amerika selama 3 tahun, sekarang dia fasih dan malah jadi guru setingkat TK dan SD disana! what's amazing, compare with me who took many courses since I was young girl?

Kesimpulan saya: untuk pintar berbahasa Inggris yang penting niat, tekad dan kemauan yang kuat! bukan kursus berjenjang dan bertahun-tahun yang diperlukan! Memang sih, tetap saja ada manfaatnya kalau kita kursus. Setidaknya, kita punya pengetahuan bagus dalam hal 'writting'. Tapi kalau mau lebih 'fasih' lagi, bergaulah bareng bule atau pergilah ke negara yang berbahasa ibu 'Bahasa Inggris!'. Seandainya pun kita susah bertemu orang bule atau tidak mampu pergi ke luar negeri, ajak saja temanmu (yang juga sedang giat2 nya berbahasa Inggris) untuk ngobrol pake bahasa Inggris! Kalau dia masih malu-malu kucing dan tetap ngajak ngobrol bahasa Indonesia, katakan dengan tegas : English, please! :D

Artikel ini didukung oleh BelajarHipnotis






8 comments:

Zippy said...

Buat saya, belajar bahasa Inggris itu akan lebih efektif kalo kita sering melakukan komunikasi dengan menggunakan bahasa inggris.
Harus lebih banyak praktiknya :D

zachflazz said...

ahh persetan dengan bahasa inggris Pop. gue udah ketrima kerja dan selamat sampai saat ini, nggak dipecat, nggak punya musuh, udah untung!

joe said...

wah kalau bahasa inggris saya payah, cuma bisa pasif saja ...

Popi said...

@zippy: Betul banget!
@Zach: No doubt! masih untung kamu bisa bahasa Indonesia ya? kemarin2 malah cuma bisanya bahasa daerah kan? :D
@Joe: lumayan pasif juga!

kartunmania said...

Klo pingin jago berbahasa Ingrris, sebaiknya kita pilih dilahirkan di London aja.. simple kan? :)

Popi said...

@kartun: Betul!! sayangnya kita ga bisa milih2 tempat lahir ya? :O

R10 said...

kayaknya gabung forum bahasa inggris di dunia maya akan membantu..

atau sering2 buka blog bahasa inggris :)

R10 said...

blognya menurutku ga berat kok :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...