Monday, January 24, 2011

Jalan2 Ke Batam (Part II)

Apa yang dilakukan pertama kali sesaat mendarat di daerah asing? mencari PETA! Sementara rekan seperjalananku sibuk mengurus bagasinya, saya yang cuma berbekal tas ransel, sibuk keliling-keliling Bandara Hang Nadim demi sesosok Peta dan... ketemu juga akhirnya! Apa yang kucari? Pulau Galang! Ya, saya mendapat rekomendasi Pulau Galang dari hasil browsing di Google dengan kata kunci "Wisata Menarik di Batam". Umumnya para petualang dan wisatawan merekomendasikan Pulau Galang dan Jembatan Barelang, disamping wisata belanja barang-barang elektronik di Nagoya. Hanya saja nampak di peta, letak Pulau Galang lumayan jauh dari Batam dibandingkan letak negara Singapura! wah..alamat rekan seperjalananku mikir 1000x nih. Dia pasti lebih memilih nyebrang ke negeri Singa untuk belanja, daripada berjam-jam naik bis atau minibus carteran ke Pulau Galang. Kelak disana kita cuma menemukan perahu-perahu bekas pengungsi Vietnam pula! Belanjanya dimana? begitu pasti pikir rekanku :D

Di Hotel

Kami menginap di hotel Harmoni One Batam Centre. Hotelnya baguss! bangunan masih baru dengan model klasik. Sarapan paginya oke, lengkap dan mengenyangkan buat pecinta kuliner kayak saya! Kesimpulan, hotelnya recommended deh! Tapi - ada tapinya nih- ada sedikit kekurangan dan mungkin bisa jadi masukan buat hotel itu (sayangnya disana engga ada kotak saran! :( ), bila pada umumnya kita memasuki hotel atau kamar hotel, hidung ini langsung diserbu aroma menyengat pengharum ruangan, di hotel ini tidak! Malah di kamarnya yang bagus itu -maaf- aromanya tak sedap! seperti bau air kotor, terutama kamar mandi!. Kenapa ya? sayang sekali hotel sebagus itu kalo tidak dipasang pengharum di setiap sudut ruangan/koridor! Anyway, kami cukup puas karena dapat kamar junior suite dengan tarif promo Rp600.000,-!!

Blog Cinta Damai

Ngejar Ferry Ke Negeri Singa

Seperti yang kuduga sebelumnya, rekanku tak berkenan ke Pulau Galang! dia mengajak nyebrang ke negeri Singa. Saya -dengan berat hati- menuruti, meskipun hati bertanya-tanya: mau apa aku disana? tidak mungkin belanja, wong kantong cekak!

Akhirnya sesaat setelah acara kantor selesai, kami langsung ke recepionist hotel cari info jadwal ferry ke Singapore: jam berapa, ongkosnya berapa? ongkos taxi ke pelabuhan berapa? Setelah dapat jawaban dan langsung bergerak ke lapangan, kesimpulan kami : jangan pernah percaya dengan keterangan pihak hotel, karena mereka belum tentu benar! si receptionist tadi bilang ongkos ke pelabuhan Rp40 ribuan, ongkos ke negeri Singa sekali jalan sekitar Sing$ 40 - 50! Kenyataannya, begitu kami naik taxi ke pelabuhan dan beli tiket ferry BatamFast PP di pelabuhan: ongkos taxi , alhamdulilah cuma 20 ribu saja, dan ongkos nyebrang PP plus pajak pelabuhan sini-sono total jadi Sing$ 47.

Blog Cinta Damai
Kami naik ferry jam 12.40. Perjalanan kesana ditempuh dalam waktu 1 jam 40 menit. Tapi karena ada perbedaan waktu 1 jam, maka kami sampai disana sekitar jam 15.30. Ini pertama kali saya naik ferry! rasanya? kepala cekot-cekot dan jantung hampir copot! maklum gelombang ombak lumayan besar mempontang-panting laju ferry. Sampai di pelabuhan Harbour Front Singapura kami langsung arrange jadwal pulang ke agen Ferry 'BatamFast' . Kami ambil jadwal pulang yang jam 20.20 malam ini juga, dengan harapan saat kembali ke Batam kami masih sempat ke Nagoya buat beli oleh-oleh khas Batam.

Tujuan utama kami di Singapura (ini tujuan rekanku sih!) ke Orchard Road. Jarak dari Harbour Front ke Orchard Road lumayan jauh, lumayan macet pula! wah ini alamat kita cuma menclok sebentar disana! Tadinya kami mau naik subway - karena lebih murah! Tapi karena kami lihat bayarnya pake mesin otomatis dan perlu koin (kami belum punya koin!), akhirnya kami pilih taxi dengan ongkos Sing$10. Sampai di Orchard Road, kami langsung cari makan. Sebagai negara yang multi etnis dan multi agama, di Singapura banyak resto yang menyajikan makanan tak halal. Itulah kenapa, resto yang pertama kami cari adalah yang ada label "Halal" dari MUI-nya Singapore. Atau kalo tidak, maka yang ada tanda "No pork and No Lard" (saya pikir2...No pork and No lard but they can't guarantee "No arak"!)


Setelah makan, sambil jalan kaki menuju mall yang dituju oleh rekanku, saya girang saat menemukan makanan favoritku "Chang Kee"..makanan halal berupa ikan cumi, udang, dan sejenisnya yang dikasih tepung dan ditusuk-tusuk kayak sate, seharga cuma Sing$2 !. Jadi jauh-jauh ke Singapura cuma mau beli sate udang tepung? ckckck....

Blog Cinta Damai
Rekanku ngajak ke mall Takasimaya yang barang2nya lumayan mahal dan berkelas, otomatis disitu saya cuma lihat-lihat dan tanpa beli! Saya cuma membelikan satu baju cheongsam buat Jasmine. Itu pun saya beli di pertokoan Lucky Plaza (sejenis pertokoan Mangga Dua Jakarta). Letaknya di seberang mall Takasimaya. Waktu sudah menunjukan pukul 17.30, kami pun buru-buru naik taxi kembali ke Harbour Front. Disana, sambil menunggu jam berangkat ferry, rekanku -kembali- belanja! Sebetulnya, di Singapura ga kemana-mana dan cuma muter-muter sekitar pelabuhan saja sudah cukup, karena di pelabuhan Harbour Front banyak mall juga! Seperti saat itu, di salah satu mall ada sale sepatu dan sandal merk Everbest yang kalo di Jakarta sini seharga minimal Rp500 ribuan, disitu 2 pasang cuma Sing$28, whatt?? sapa yang tak tergiur, original pula! Saya-yang tadinya bertahan untuk tidak belanja-kali ini menyerah dibujuk rekanku! lumayan dapat sepasang sepatu cantik buat kondangan dengan harga 'cuma' Rp100 ribu kurang :) .

Kembali Ke Batam

Kami tiba di pelabuhan Batam Centre jam 20.45. Sebetulnya masih ada waktu kalo mau ke Nagoya beli oleh-oleh khas Batam, tapi rekanku kecapean dan mabuk laut. Akhirnya kami putuskan untuk segera kembali ke hotel dan tidur!.

O'ya..ada perbedaaan khas antara pelabuhan Batam dan pelabuhan Singapura: kualitas air lautnya! Kalo tadi begitu tiba di pelabuhan Harbour Front air laut nampak hijau, bersih dan tak berbau. Begitu pula saat masuk pelabuhannya, harum!! campuran antara wangi masakan dan pewangi ruangan. Sementara, saat kami kembali ke pelabuhan Batam Centre, air laut nampak 'bleketek' dan 'agak' bau. Demikian pula saat masuk ke pelabuhannya! Baunya sama dengan bau hotel kami! Saya jadi menduga-duga, apakah mungkin yang bikin aroma 'tak sedap' baik pelabuhan maupun kamar hotel, adalah kualitas airnya? Bisa jadi! mengingat Batam kawasan industri dan mungkin pengolahan limbah industrinya belum maksimal! Cuma yang saya heran, sudah tau kualitas air ga bagus dan berbau, bo' ya setiap ruangan di kasih pewangi gitu ya? saya menduga-duga rupanya di Batam anti wangi-wangian ! :)

Kembali Ke Jakarta

Sabtu pagi, selesai sarapan jam 06.30 kami buru2 check out dan naik taxi ke bandara. Di bandara Hang Nadim, kami berharap ada toko oleh-oleh khas Batam, sayangnya belum ada yang buka! Yang ada malah toko oleh-oleh khas negeri tetangga! Harusnya pengusaha oleh-oleh khas Batam tanggap ya? pasti banyak wisatawan yang mau balik pagi2 dan ga sempet beli oleh-oleh di Nagoya atau dimana, pasti alternatif terakhir cari di bandara. Pariwisata Batam sepertinya perlu mencontoh daerah-daerah lain, misalnya: toko bandeng presto di Semarang, roti unyil di Bogor, kue pisang molen Kartika di Bandung. Umumnya mereka buka jam 06.00, guna mengantisipasi wisatawan yang pulang pagi!

Batam sangat potensial sebagai tujuan wisata, mengingat banyak wisatawan asing yang dari Singapura penasaran pula untuk singgah di Batam, begitu pula wisatawan domestik yang berniat ke Singapore lewat Batam. Pihak hotel harusnya buka counter travel agent wisata Batam, supaya pengunjung hotel gampang dapat info tentang tujuan wisata Batam. Sungguh tak elok bukan? bila setiap orang yang telah berkunjung ke Batam, lalu ditanya: apa tempat wisata menarik di Batam? dan mereka menjawab: Singapura! :(

Anyway, basically Batam is good place for your vacation! kotanya tertata rapi! jalanan masih lancar dan bersih jali! barang-barang elektronik dijual murah pula (katanya loh! :D). Dan, jujur, sesaat setelah ferry merapat kembali di pelabuhan Batam dari Singapura, hati ini mendadak bahagia luar biasa (rada lebay!): here we are, in my beloved country! Not in the middle of nowhere like Singapore! :O

Saya harap kelak bos kami akan menugaskan saya kembali ke Batam. Dan satu hal yang harus saya lakukan nanti: jalan-jalan ke Jembatan Barelang dan Pulau Galang! I am really curious!










Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...