Wednesday, April 20, 2011

Percakapan Bayi dan Tuhan

Suatu ketika..seorang bayi siap dilahirkan ke dunia. Menjelang diturunkan … Dia bertanya kepada TUHAN:
Bayi : “para malaikat di sini mengatakan, bahwa besok engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi….bagaimana cara saya hidup di sana,saya begitu kecil dan lemah”
TUHAN : “Aku telah memilih satu malaikat untukmu..ia akan menjaga dan mengasihimu”
Bayi : “tapi di surga apa yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa ini cukup bagi saya untuk bahagia”
TUHAN : “malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan lebih berbahagia”
Bayi : “dan apa yang dapat saya lakukan saat saya ingin berbicara kepadaMu?”
TUHAN : “malaikatmu akan mengajarkan..bagaimana cara kamu berdoa”
Bayi : “saya mendengar bahwa di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi saya”?
TUHAN : “malaikatmu akan melindungimu, dengan taruhan jiwanya sekalipun”
Bayi : “tapi saya akan bersedih karena tidak melihat Engkau lagi”
TUHAN : “malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepadaKu, walaupun sesungguhnya Aku selalu berada di sisimu”

Saat itu surga begitu tenangnya…sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang anak dengan suara lirih bertanya
Bayi : “TUHAN……….jika saya harus pergi sekarang, bisakah engkau memberitahuku, siapa nama malaikat di rumahku nanti”?
TUHAN : “kamu dapat memanggil nama malaikatmu itu…… I B U …”
kenanglah ibu yang menyayangimu..
Untuk ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kau pergi.ingatkah ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia melihatmu terbaring sakit…
Sesekali jenguklah ibumu yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah tempat kau dilahirkan..
Ciumlah kaki ibu yang selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik di akhir hayatnya..

Ibuku Malaikatku.. Terimakasih ya Rabb


Catatan:

Cerita di atas diambil dari milis teman suami! Ku posting disini dalam rangka ulang tahun Ibuku. O'iya, kemarin Ibuku Ulang Tahun (tanggal 18 April). Saya baru sadar setelah suami menunjukan foto kue ulangtahun buat Ibu kiriman keponakanku di facebooknya. Waduh..ponakan yang tinggalnya jauh aja inget ultahnya Ibu! Lah ..saya yang tinggal serumah dan kamarnya bersebelahan malah lupa? dasar anak durhaka! Maafkan aku ibu! Tiada yang bisa kuberikan selain doa agar dirimu panjang umur, dilimpahkan kesehatan dan diberi kekuatan oleh Allah agar tetap menjalankan ibadah. Amiin.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...