Wednesday, October 3, 2012

Seandainya itu Anakku...

Blog Cinta Damai
di sebuah trotoar, di samping hotel berbintang

Seandainya dia anak kita, apa yang ada dalam pikiranmu kawan?


Kalo aku, mungkin akan kubisikan padanya:

Tidurlah Nak! 
Mimpikan dirimu dalam istana, 
bermain dan bergembira..

Tidurlah Nak! 
Sementara Ibu akan terus berdoa, 
semoga besok kita punya rumah mungil bertaman bunga..

Tidurlah Nak!
Teruslah bermimpi, 
karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu..





52 comments:

  1. dan tidurnya di situ situ juga? tega nian...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya. mau dimana lagi?

      Delete
    2. anak-anak itu ternyata bekerja juga, mereka mengemis untuk menghidupi orang tua mereka. benar-benar anak yang tangguh

      Delete
    3. Oh kalo yg ini murni anak pemulung! Mereka anti minta2 ! Makin salut kan?

      Delete
  2. hmm...spechless mbak....

    yang pasti sih iba melihat pemandangan seperti itu ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. bingung harus gimana ya Mbak?

      Delete
  3. ya sedihlah jeng...
    trus aku bilang : "pulang ke rumah ya nak... ayah gak jadi mencari ibu baru buatmu..." :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. drpd cari ibu baru mending beli rumah baru Pak!

      Delete
  4. semoga kita bisa menjadi orang yang berdaya mbak untuk menghadapi kehidupan yg serba sulit

    ReplyDelete
  5. ironi lihat kemiskinan di tempat mewah

    ReplyDelete
  6. Beneran nangis ini. Inget anak di rumah. Yuk berdayakan mereka biar bisa terlepas dari lingkaran setan kemiskinan. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Dan! aku juga kalo lihat anak kecil gini jadi inget anak dirumah dan pengen buru2 pulang dan ciumin anak sambil bersyukur karena Allah udah kasih kita cukup.

      Pengennya bantu dan berdayakan. Tapi gimana caranya?

      Delete
  7. yang namanya anak-anak, dia akan mau saja diajak orang tuanya untuk hidup di tempat layak, di jalanan, di bawah jembatan, atau di hotel.

    tapi kalo anak yang di foto ini, ayahnya udah meninggal bukan? ibunya yang benar2 menjadi pahlawan untuk kehidupannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yah. Cuma kadang mikir, gimana seandainya sang ibu mendadak 'dipanggil' juga? tuh anak ama sapa ya?

      Delete
    2. Tanggung jawab kita semua untuk membantu mereka. Ini tantangan besar buat kita semua

      Delete
    3. Harus bekerja sama dengan Pihak Swasta kan ada dana CSR tuh, dan juga dengan DInSos dan Dinkes. Syukur kalaw ada sponsor berdana besar. Sudah saatnya kita bertindah menolong mereka yang kurang beruntung

      Delete
    4. Kadang suka ada sih CSR dari pihak Swasta, tp itu sifatnya insidental!

      Delete
  8. Selamat pagi sahabat.
    Terima kasih atas artikelnya yang menarik dan inspiratif

    Jangan lupa mengikuti kontes Unggulan Indonesia Bersatu lho ya. Klik saja : http://tamanblogger.com/blogging/konteskuis/kontes-unggulan-indonesia-bersatu-cara-mencegah-dan-menanggulangi-tawuran

    Terima kasih.

    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku udah posting ttg tawuran ini kemarin. Boleh diikutkan kah?

      Delete
  9. aaaaaaaaaaaawwww sedih banget ya ngeliatnya... :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. disana masih adakah yg kyk gini?

      Delete
  10. ya gak bakalan tega ngeliat anakku tiduran ditempat yang seperti itu

    ReplyDelete
  11. jadi inget temen-temen lama waktu menggelandang di kolong fly over senen
    mereka sebenarnya tulus menjalani semuanya hanya dengan satu cita cita mempertahankan hidup
    sayang kemudian dimanfaatkan oleh jaringan preman yang ada dijadikan sapi perahan termasuk urusan seksual

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah. Sekarang 'menggelandang' bukan pilihan terbaik! preman tidak hanya ngancam harta, tp juga kehormatan!
      Kasian tuh anak2 gelandangan suka jadi 'korban' preman

      Delete
  12. Kasihan ya. Semoga ada jalan yang terbaik

    ReplyDelete
  13. hm.. aku suka tuh poem kamu pop, :D
    aku blum punya anak, jd gk tau gimana ya rasanya... :D

    ReplyDelete
  14. sedih mbak melihatnya

    ReplyDelete
  15. ya sangat-sangat sedih..kan kita pasti akan sedih melihat buah hati kita seperti itu...
    minta dukungannya ya..hari ini aku ikutan lomba blog lokal...
    kunjung balik ya

    ReplyDelete
  16. merinding aku mbak....
    setelah dia bangun ku ajak ke dufan,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Drpd ke dufan mending ajak makan kali ya? **eh, ke dufan diajak makan juga ya? **

      Delete
  17. Saya punya sahabat di Semarang. Namanya Keyko Sri Rahayu. Dia juga perwakikan KangGuru Australia seperti saya. Dia (Keyko) kini sudah berkeluarga dan punya 1 anak namanya Darren.

    Keyko ini aktif mengurus anak anak Jalanan, dan kurang beruntung seperti tergambar dalam foto ini. Keyko bekerja sama dengan pemkot Semarang dan juga lembaga nirlaba lainnya untuk mengurus mereka. Menyekolahkan gratis, dengan pendidikan standar dan juga home schooling. Untuk makan sehari dan penginapan juga sudah disediakan di asrama yang cukup besar. Mereka dididik untuk Mandiri sehingga "alumni" bisa kembali ke masyarakat dan berguna dan berkarya.

    Mari kita doakan usaha Keyko ini sukses dan berhasil membantu adik adik mungil dan lucu seperti dalam foto ini menjadi layak dan hidup bahagia. Masih banyak Keyko Keyko lainnya di seluruh Indonesia. Semoga sedikit demi sedikit adik adik kita yang kurang beruntung di seluruh Indonesia ini bisa diangkat derajat hidupnya. Amiinn

    ReplyDelete
    Replies
    1. keren ya Keyko! coba banyak orang berpikiran seperti Keyko, mungkin julah anak terlantar dan gelandangan bakal sedikit!
      Sebenarnya di jakarta sini ada juga yg peduli kyk Keyko, namanya Bu Kembar! Kenal kan? cuma mereka di wilayah tertentu, jadi ga mencakup ke wilayah yg lain.

      Delete
  18. Seandai-nya itu anak saya, saya sangat sedih dan merasa bersalah, krna merasa gagal mnjadi orang tua, tdk bisa memberikan kehidupan yg layak untuk anak kita.

    ReplyDelete
  19. Itulah potret nyata dari apa yg terjadi disekitar kita,tp terkadang kita kurang bersyukur kepada Tuhan.Entah kenapa ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener Mas! harusnya kita sering2 melihat ke bawah supaya banyak bersyukur!

      Delete
  20. kalau aku bisikan bangun nak,, sekolah, buat mengubah nasibmu kelak :(

    ReplyDelete
  21. wah, saya yg belum punya anak aja rasanya nyesek teh, apalagi yg udah punya anak ya?

    ReplyDelete
  22. pa kabar mbak popi? maaf nih lagi jarang blogwalking,bukane jarang sih tp g pernah, hehehe

    kalo di Jakarta mah sering banget aku liat pemandangan spt itu, miris, seandainya itu aku?

    ReplyDelete
  23. apa kabar Mbak Poppy? lagi banyak kerjaan ya, koq nggak muncul lagi postingannya? bikin postingan keq, meski cukup bilang "hai" atau "wow" doang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Popi lagi di stasiun Kereta kayaknya.
      Mau naek Kereta lagi

      Delete
  24. terlambat gak papa yaa mbak Poppi ....

    Aku mungkin belum saatnya punya anak .. (nikah aja belum) haha
    Tapi aku akan terus berusaha untuk membuat ruang kebahagiaan di masa depan, agar tidak lagi kesusahan dalam menjalankan hidup ...

    ReplyDelete

Orang Yang Baik Adalah Yang Mau Menerima Kritik Dari Manapun, Sekalipun Kritik itu Buruk.