Wednesday, November 16, 2011

Ibu "Harus" kreatif

Semalam saya dapat PR (Pekerjaan Rumah)! Harus bikin kerajinan tangan dari barang bekas. Sebetulnya PR kedua anak saya (Yassin-Yasser), tapi seperti biasa....yang sekolah siapa - yang sibuk siapa! Dan kebiasaan jelek anak saya adalah selalu memberitahukan bahwa dia ada tugas ini-itu saat saya pulang kantor menjelang malam, bukan menelpon saat saya masih di kantor. Walhasil kalo tugas itu mengharuskan saya beli peralatan tertentu, sudah tidak mungkin lagi malam-malam menyusuri toko-toko. Akhirnya saya harus berpikir keras, bagaimana barang 'seadanya' di rumah bisa jadi "sesuatu" yang dimaksud gurunya.

Kejadian semalam pun demikian. Saya -yang memang dasarnya kurang daya imajinasi dan kreativitas- bingung harus bikin apa? Yassin kasih ide: buat celengan saja Ma!. Oke, kami pun bergerilya, mencari kaleng mana yang mau jadi korban! Sayangnya kaleng cuma satu, berarti buat Yasser harus mikir lagi bikin apa. 

Beres nemu kaleng, tinggal cari kertas kado. Mana?? ga ada!! Untungnya saya masih menyisakan kertas warna-warni bekas Yasser di TK. Kertas itulah yang jadi penutup badan kaleng. O'iya saya usul ke Yassin tidak usah celengan, tapi jadi tempat pensil saja. Dia sebelumnya keberatan, tapi setelah kujelaskan kalo celengan harus ada bolongan buat masukin koin, akhirnya dia setuju. Terus hasilnya? lumayan....berantakan! Sekarang tinggal Yasser. Jam sudah menunjukan pukul 22.30..saya dan anak2 sudah ngantuk berat. Tidurlah kami semua. Saya bilang, buat Yasser entar mama cari ide dulu dalam mimpi. 

Saya ngantuk tapi pikiran masih melayang-layang cari ide, Yasser mau kubikinkan apa ya?? mikir terlalu keras akhirnya saya tertidur dan bangun2 jam 03.45...waduh...saya buru-buru ambil buku bekas, gunting-gunting, ambil kertas warna-warni sisa, tempel-tempel.....eing ing eng.......jadilah Memo yang... lumayan....ancur! Tadinya semua kerajinan tangan (saya) mau di foto dan dipajang disini. Namun mempertimbangkan hasilnya yang "ga enak dipandang" maka kuurungkan memotret dan memajangnya disini.  Saya ga berani menebak kira2 berapa guru mereka memberi nilai kedua barang itu.

Ternyata jadi ibu memang dituntut untuk kreatif. Jika anak-anak diberikan tugas ini-itu, maka Ibu lah yang sibuk mikir dan malah bisa jadi yang bikin tugas itu. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...