Friday, March 16, 2012

Bingung jawab apa..

Sudahkah anda mengalami masa dimana anak-anak mulai bertanya ke arah hal-hal yang 'saru' dan 'tabu' buat anak-anak seusia SD? Saya saat ini sedang mengalaminya. Sungguh bikin keringat dingin!

Kedua anak lelaki saya mulai menunjukan rasa penasaran terhadap suatu istilah, baik yang terkait hubungan biologis maupun terkait organ reproduksi manusia. Biasanya istilah itu mereka dapatkan dari teman-teman sekolah atau teman bermain. 
Dengan kepolosan khas anak-anak, mereka seringkali memberondong saya dengan menanyakan istilah2 itu. Seperti kemarin malam, saat saya sedang meninabobokan Jasmine- tiba-tiba Yassin menyebutkan satu kata yang menjurus hubungan biologis. Pertanyaan Yassin kepada saya kemudian ditimpali oleh adiknya-Yasser.
Adiknya - yang baru kelas 2 SD- ternyata sudah kenal pula kata itu dan bahkan dengan polos dan cuek dia kembali mengulang kata yang tadi disebutkan Yassin. Masyalloh..., kenapa anak-anak seusia ini sudah mengenal istilah itu?? saya ga habis pikir. Padahal mereka sekolah di sekolah yang terbilang favorit dan terkenal dengan prestasi siswa-siswinya yang berderet-deret. Ternyata pengenalan istilah/kata seperti itu tidak pilih-pilih kualitas sekolah ya?

Saat itu mulut saya benar2 terkunci, entah mau jawab apa! Namun semakin saya diam tak menjawab, semakin mereka penasaran dan mereka menebak-nebak sendiri maksud istilah itu. Akhirnya, perlahan saya bilang..'itu kata yang ga bagus dan ga boleh diucapkan oleh anak sekolah!' 

Sekilas saya menyimpulkan bahwa sebenarnya mereka tau bahwa kata/istilah itu merupakan istilah kotor/jorok, karena teman-temannya pun mengatakan demikian. Hanya saja mereka tidak tau - apa arti kata itu dan kenapa dibilang jorok.
Tak tahan memendam rasa khawatir sendiri atas pertanyaan anak2, tadi pagi pas berangkat kerja di mobil saya ceritakan pada suami. Suami menyarankan agar lebih baik saya jelaskan saja apa adanya tentang istilah itu. Menurutnya, semakin saya bermain rahasia, semakin bikin mereka penasaran dan bisa-bisa mereka mencari jawaban sendiri. 
Saya bilang, 'ih..ngomong sih emang gampang! tapi kalo Papa yang langsung jelaskan ke anak-anak ga mungkin selancar ini'. Karena setiap penjelasan dari kita biasanya akan menimbulkan pertanyaan baru dan itu berarti semakin panjang yang harus kita jelaskan. 
Kubilang, lain kali kalo anak2 kembali bertanya istilah2 seperti itu, saya akan mengarahkan ke ayahnya. Suamiku langsung menolak. Menurutnya anak-anak lebih suka bertanya ini-itu sama mamanya dibanding ke papanya dan mereka lebih suka jawabanku dibanding dia. Kupikir, iya juga sih! selama ini anak-anak memang lebih terbuka dan senang bertanya padaku dibanding ke ayahnya.
Saya sendiri cukup senang anak2 lebih terbuka denganku. Hanya saja bila mereka udah bertanya hal-hal menjurus ke perkara tabu buat anak2 usia dini, saya jadi serba salah dan bingung harus jawab apa.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...