Wednesday, April 25, 2012

Mari Berbagi Sampah..

Blog Cinta Damai
Saya sedang berusaha menerapkan ke anak-anak agar membuang sampah pada tempatnya, dimanapun kami berada. Entah di rumah, di mobil, atau di tempat umum. Sayangnya, tidak semua tempat menyediakan tong sampah. Utamanya di trotoar jalan, tempat parkiran mall atau perkantoran. Akhirnya, dengan terpaksa- saya minta anak saya untuk cari satu sudut dimana ada tumpukan sampah (umumnya orang buang kesitu, atau bisa jadi penyapu jalan mengumpulkannya di sudut itu). Engga bagus? tentu! tapi mau gimana, dan siapa yang salah tidak disediakan tong sampah disana? ini namanya dalam kondisi darurat! begitu biasanya saya tekankan pada anak-anak, dengan maksud - agar mereka tidak melakukannya kecuali tidak tersedia tong sampah di tempat itu. hehe...

Bagusnya, akhir-akhir ini saya perhatikan Pemerintah Daerah dan beberapa pengelola gedung mulai sadar bahwa keberadaan tong sampah itu penting. Beberapa trotoar dan area parkiran sudah dihiasi tong sampah cantik di setiap sudut. Bukan hanya satu, bahkan dua tong sekaligus! Dua tong itu untuk memilah sampah organik dan anorganik. Tau kan, apa beda kedua sampah itu? menurut mbah Wiki, yang dimaksud sampah organik adalah sampah yang mudah membusuk dan bisa diurai menjadi kompos, misalnya sisa makanan, sayuran, daun kering dst. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang susah banget membusuknya dan tidak bisa diurai lagi jadi kompos. Tapi sampah ini bisa diolah jadi produk lain, misalnya sampah dari plastik botol minuman, kaleng, kayu dkk.

Pemilahan tong sampah itu mungkin dimaksudkan untuk memudahkan petugas pengangkut sampah dalam mengumpulkan sampah berdasarkan kedua sifat tadi. Bagus kan? bagus sekali! Sayangnya, apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan! Saya pernah iseng menengok ke dalam tong sampah itu - penasaran dengan isinya - apakah sesuai dengan judul yang tertera disitu? tong biru untuk sampah organik dan tong kuning untuk sampah anorganik. Hasilnya? hm...tidak ada bedanya! kedua tong itu berisi serupa - sama-sama berisi sampah campur aduk!

Tebakan saya, ada 2 kemungkinan kenapa sampah itu campur aduk! Pertama, masyarakat kita rupanya masih belum tau arti kedua nama sampah itu! Coba tebak, apakah semua orang tau apa itu sampah organik dan anorganik? sebagian mungkin bertanya apakah arti organik itu sama dengan sayuran organik? atau jangan2 sama artinya dengan peraturan organik?

Kemungkinan kedua, bisa jadi mereka buang sampah ke dalam tong tanpa memperhatikan judul yang tertera di depannya!. Sapa pula yang memperhatikan, kalo sedang terburu2? mau buang sampah ke tong saja sudah Alhamdulilah!

Sama seperti peraturan, masyarakat dianggap sudah tau arti kedua macam sampah itu. Padahal kenyataannya tidak! Terus, gimana donk supaya mereka buang sampah sesuai sifat sampahnya? kayaknya perlu ada petugas penjaga tong sampah disitu. Petugas itu nanti yang mengarahkan orang2, kemana sampah mereka harus dibuang:  pilih biru untuk organik, pilih kuning untuk anorganik!
Bagaimana kalo sampahnya udah tercampur dalam satu kantung plastik? serahkan saja kantong plastik itu pada petugas tersebut untuk dipilah-pilah isinya!


13 comments:

zachflazz said...

ahai, kamu bicara nyampah adalah fenomena menarik. secara laci mejamu isinya sampah tok, itu juga tempat sampah ya? hihi...

Popi said...

hush!! pitnah!

diniehz said...

*membayangkan bak sampah dijaga petugas*

wuiih, mesti bosen deh mamang petugasnya. Kita kasi maenan aja kalo gitu biar gak bosen ya xixixi.

Perlu disosilisasikan lebih intensif lagi tentang penggunaan sampah organik dan non-organik ke masyarakat. Di sini (Kabupaten Sekadau, Kalbar), belum banyak tempat sampah organi dan non-organik, jadi masih digabung. Kalaupun nanti ada sosialisasi dari pemerintah, tetaplah kuncinya berada di masyarakat juga yang harus disiplin memilih dan memilah sampah mana yang dibuang ke tong biru dan orange.

Peduli AlamKu said...

kalau menurut pengamatan saya tu di pisain juga percuma mba. kenapa? andaipun sudah di pisahkan sama pengunjung, unjung ujungnya ntar waktu di angkut juga di masukin ke tempat yang sama.. ah dasar percuma saja, saya juga pernah liat si. tapi untuk pendidikan anak si bagus, heheh. salam.

cerita anak kost said...

kalau di indonesia sepertinya mindsetnya yang perlu di rubah, sebab mereka membuang sampak memang pada tempatnya, yaitu tempat di mana ada sampah. jadi kalu di jalan ada sampah dikit, yaud di tumpuk di sana. bukan di tempat sampah.

Ario Antoko said...

aku pernah lihat (banyak) tong sampah yang sudah bolong dasarnya :D

anyway, biasanya aku lebih suka menyimpan sampah di tas/kantong sendiri, dan baru dibuang kalau ada kesempatan

(jadi ga buang sampah sembarangan)

Bintang said...

hhmm..kalo anakku neh...diluar rumah, dia buang sampah pada tempatnya...tapi kalo di dalem rumah...duhhh...harus ngomel2 dulu deh supaya tuh anak mau masukin ke tempat sampah...

Popi said...

ufps..itu warnanya orange ya?? kirain kuning! maklum blind colour..hehe

Popi said...

oh? diangkut pake truk yg sama? walah...cuma pantes2an aja kalo gitu ya?

Popi said...

hahaha..iya bener! dimana ada tumpukan sampah, disitulah tempatnya!

Popi said...

kalo ada kesempatan dibuang, kalo ga ada? disimpan di tas sampe lupa ya RiO? haha.. kidding

Popi said...

hm...kok bisa begitu ya? pasti something wrong with you, mbak? :D

kartunmania said...

Penjaga tong sampah??? hahahaha..... Gimana klo petugas pembagi sifat sampahnya dilengkapi dengan scanner khusus untuk mendeteksi sifat sampahnya...?? :D

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...