Tuesday, May 1, 2012

Rinduku Padamu Ibu

Larut malam bergerak perlahan
Tiada kulihat sosokmu pulang
Kemanakah gerangan dirimu Ibu?


Malam mendekapku dalam gelap
Sinar bulan tak cukup menuntun langkahku untuk mencari jejakmu kesana
Terkungkung disini, dalam sepi, harus bagaimana?


Sesal kemudian tiada berguna
Begitu berlalu, semua terasa hampa
Kemarin kau disini Ibu. Bersamaku
Namun keberadaanmu kusia-sia begitu saja
Betapa bodohnya aku?


Waktu terus memacu jantungku
Gelisah menghantui setiap helaan nafasku
Masihkah ada waktu untukku
Bersua dan bersimpuh dihadapanmu


Menghapus luka lara
Menggantinya dengan senyum bahagia
Semoga bukan mimpiku semata
Karena aku masih terpaku disini
Dengan doa, berharap engkau kembali

13 comments:

Lidya - Mama Cal-Vin said...

Selalu ada Izin untuk itu:)

zachflazz said...

kamu cerita tentang siapa nih Pop. wong kamu bahagia. ibu bahagia. anak-anak bahagia. apalagi suamimu, paling gemuk di antara kalian.

diniehz said...

Puitis sekali mba popi :)

pitzputz said...

mari melangitkan doa, semoga kita mampu membuatnya tersenyum bahagia :-D

Ario Antoko said...

alhamdulillah aku sayang ibuku walau suka beda pendapat

Popi said...

pasti itu! Ibu itu lautan maaf tak bertepi.

Popi said...

gemuk berarti bahagia?

Popi said...

hehe.kadang2

Popi said...

amiin

Popi said...

syukurlah R1O

zachflazz said...

Kalo begitu pasti ngga bahagia.

Baby Dija said...

Dija juga kangen Ibu...

novi saja said...

adakah rindu yang lebih hebat,
hanya untuk ibu

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...