Wednesday, May 2, 2012

Saya Heran (Jilid I)

Banyak hal unik dan menarik dalam kehidupan ini, dan ada yang membuat saya heran dan bertanya-tanya meski akhirnya terkadang tidak mendapat jawaban yang memuaskan. Hal-hal menarik dan membuat saya heran itu akan saya jadikan postingan berseri. Nah postingan kali ini saya kasih judul "Saya heran Jilid I". 
Apa saja sih yang membuat saya heran?

Di Kereta

Banyak hal menarik di kereta? kayaknya hampir semua sepakat. Diantaranya pas berangkat kerja pagi (sekitar jam 05.30 s.d 06.30) sudah bukan rahasia umum, jam segitu kereta lagi 'hot-hot' nya (hot bisa berarti 'penggemar kereta membludak' , bisa juga dalam arti sebenarnya alias puanass gerbongnya karena AC mati!). Yang saya heran, kok jam segitu masih ada penumpang ibu-ibu bawa anak bayi atau balita? Kalo mereka naiknya dari stasiun Bogor okelah. Masih ada kans buat duduk! tapi kebanyakan mereka naik  dari stasiun-stasiun pertengahan... (mulai Bojong sampe Kalibata). Meski dari luar kereta udah nampak  padat bergizi, mereka tetap nekad belusukan naik. Ini keheranan saya yang pertama.
Keheranan saya yang kedua, kok ada ya penumpang yang duduk enak dan ga peduli dengan Ibu bawa balita yang berdiri pas didepannya? beberapa kali saya temui ini! Umumnya mereka cuma melihat sekilas dan basa-basi menawarkan sang ibu agar anaknya mau duduk dipangkuannya (ya jelas pasti sang anak nolak! sapa pula anak yang mau dipangku orang asing?).
Karena tawarannya ditolak sang anak, penumpang itu pun langsung pura-pura merem dan lanjut tidur (pikirnya mungkin: saya udah baik hati nawarin kok!). Petugas Sentinel-lah yang akhirnya turun tangan. Kalo pun ga ada petugas, maka biasanya penumpang lain yang berdiri langsung menegur mereka-mereka yang duduk dan merem-merem ayam agar segera menyerahkan tempat duduknya pada sang ibu dan balita.
Sebenarnya saya agak maklum juga kenapa mereka ogah bangkit dari duduknya. Dapat duduk itu suatu perjuangan loh! kita naiknya harus sikut kanan kiri, injek depan belakang, pokoknya badan remuk! Udah gitu, kita berangkat kerja pagi buta dan pulang malam tuli. Tentunya kita lelah dan pengennya di kereta kita bisa tidur nyenyak.
So...kalo setelah 'perjuangan berat melelahkan' itu, mendadak di tengah jalan kita diminta berdiri untuk memberikan kursi pada orang lain, rasanya berattt banget!
Saya sendiri tipe orang yang ga tahan duduk lama. Saya hanya bisa tahan duduk lama pas depan komputer. Untungnya (lagi!) saya ga punya laptop mini atau Ipad yang bisa saya bawa di kereta (kalopun punya, saya  ga akan bawa2 di kereta. Khwatir jadi sasaran copet atau sasaran kegencet badan orang! 
Sungguh, duduk lama bikin pantat saya panas, tepos dan kaki pegel. Maka biasanya belum sampe stasiun tujuan pun, saya langsung berdiri dan memberi duduk pada orang depan saya. 
Namun, begimanapun, saya juga ga bisa menyalahkan Ibu bawa balita yang naik kereta pada jam-jam sibuk gitu. Masa mereka mau dilarang naik?? kurasa mereka nekad naik KRL karena mereka harus berangkat jam segitu! kalo ga perlu-perlu banget ngapain coba menceburkan diri dalam gelombang penderitaan?
Saya cuma berharap,  Pak Dahlan Iskan sekali-kali berkenan naik KRL AC Ekonomi antara jam 05.30  s.d 6.30 dari arah Bogor/Depok menuju Kota (jangan arah sebaliknya loh! karena kalo arah sebaliknya saya yakin Pak Dahlan malah bisa senam pagi di dalam kereta dengan leluasa!). 



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...