Wednesday, July 25, 2012

Masjid Az-Zikra, Sentul

Kalo kemarin saya ngomongin musholla, sekarang saya mau ngomongin tentang masjid. Seperti yang saya katakan di postingan terdahulu, saya dan keluarga kalo lagi jalan2 suka mampir sholat di musholla atau mesjid. Utamanya kalo pas mudik, saya seneng banget mampir di mesjid di suatu daerah- pedesaan, sepi, dan sejuk. Udah gitu mesjidnya bersih pula. Hadeuh...semilir angin sepoi-sepoi bikin kami yang capek jadi ngantuk dan berniat leyeh-leyeh abis sholat.

Nah, kemarin itu suami mendadak ngajak ke Sentul. Dia berniat mau ketemu sama ahli budidaya belut yang pasang iklan di internet. Suami lagi jatuh cinta dengan belut (untung dengan belut, bukan dengan WIL!).
Dengan berbekal sebaris alamat sebagaimana yang tertera di iklan itu, kami muter2 jelajah Sentul. Di iklan tertulis alamatnya tepat depan Masjid Az-Zikra, Sentul. Saya langsung inget..eh itu kan Masjid Qadaffy bukan? yap! kebetulan sekali, udah lama saya pengen kesana. Kesohoran nama masjid itu yang bikin saya penasaran.

Akhirnya setelah muter2 dan nyasar sana-sini, sampai juga kami di Masjid Az-Zikra (sebenarnya dari pintu tol sentul ada jalan tembus lewat samping RM Karimata, tapi karena kami belum 'ngeh', kami malah ngambil rute yang jauh. Masuk lewat jalan menuju Sentul .

Masjid ini lumayan besar. Berdasar sumber yang saya kutip dari detiknews dan Kabarnet, luas tanah masjid ini sekitar 5 hektar berasal dari sumbangan wakaf developer Bukit Az-Zikra. Sedangkan biaya pembangunannya yang mencapai 40 miliaran berasal dari World Islamic Call Society, sebuah organisasi dakwah islam bentukan Qaddafy yang berpusat di Tripoli, Libya. Itulah kenapa pada awalnya masjid ini bernama Masjid Qaddafy. Namun, seiring dengan wafatnya Qaddafy, pengelola Masjid pun mengganti nama masjid dengan "Az-Zikra". Katanya, untuk menghilangkan kesan 'muatan politik'. Selain itu, memang pada awalnya pun Pemerintah Libya keberatan dengan nama "Masjid Qaddafy', tapi karena pihak yayasan Az Zikra berasalan ingin mengabadikan nama penyumbang dana, maka dipakailah mana 'Qaddafy'.
Masjid ini cukup megah. Tempat wudhu wanita panjang berderet-deret, demikian pula toiletnya. Jadi kalo ada acara ceramah akbar, bisa nampung sekitar ribuan jamaah. Kagak pake acara antri lama pokoknya!. Bangunannya sendiri 3 tingkat, dengan beberapa menara yang menyerupai menara di masjid Nabawi Madinah sono.

O'iya, entah kenapa, saat saya pertama kali memasuki halaman masjid itu, saya malah terkenang Qaddafy (kenapa pula? kenal dekat kagak, sodara pun bukan?). What I think...terlepas dari sepak terjangnya di Libya sana -yang katanya otoriter, diktator dkk- ternyata dia punya komitmen untuk membantu perkembangan dunia islam. Dan saya pun agak terpengaruh dengan pernyataan Ustad Arifin Ilham (pendiri Yayasan Az-Zikra) pada saat beliau isi ceramah di kantor saya. Beliau sempat bercerita tentang kesannya saat diundang Qaddafy ke Libya (Pak Ustad sempat beberapa kali diundang Sang Presiden kesana). 
Dari cerita yang disampaikan beliau, sama sekali tidak ada kesan 'kediktatoran' sang Presiden, malah yang muncul adalah kesan kesalehan tokoh itu. Yeah....mungkin itu sisi lain sang Presiden yang perlu dipelajari. Siapapun selalu punya sisi baik dan sisi buruk. Termasuk saya.

Penasaran dengan masjidnya? ini kupajang beberapa fotonya.
Tampilannya agak gelap, maklum diambil saat menjelang magrib, ada lembayung dibalik masjid itu.

Blog CInta Damai

Blog Cinta Damai




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...