Wednesday, July 18, 2012

Memuliakan Mushola

Seminggu kemarin saya jalani training di luar kantor. Selain menambah pengetahuan juga sebagai ajang refreshing! he..
Begitu masuk kembali ke kantor hari Selasa, pas mau sholat dzuhur saya surprised...karena mushola di lantai kantor kami sudah di-make over jadi biutiful, very biutiful. Sayang sekali saya ga punya foto before make over! Saya cuma punya foto After. Begini penampakannya sekarang:




Luas mushola kami ga seberapa sih, sekitar 3x3 meter. Tapi karena lantainya dialasi parket, ditaruh lemari kecil buat simpan mukena dan Al-Quran, plus dilengkapi beberapa sajadah baru, jadi terlihat rapi dan resik! Entah siapa yang berbaik hati me-make over mushola kami yang sebelumnya rada kumuh. Memang sih, sebelumnya kami ditarik iuran sukarela buat merenov mushola ini. Tapi kurasa hasil kumpulan ga seberapa. Dan mungkin kekurangannya ditomboki oleh karyawan/ti dermawan di kantor kami. Semoga amal ibadah Sodara dibalas Allah SWT. Aamiin...

Ngomong-ngomong tentang mushola, saya yang sering jalan2 kadang suka mampir sholat di mushola suatu tempat, entah itu mall, resto atau bahkan PomBensin. Beberapa mall ada yang menempatkan musholla buat karyawan dan pengunjung di lahan parkir. Area parkir biasanya pengap dan panas. Sudah pengap dan panas, musholla-nya sempit pula! Belum lagi karpet yang buluk dan tumpukan mukena yang bau apek dan kehitam-hitaman karena jarang dicuci!

Mall Botani Square Bogor dulu musholla-nya yang di area parkiran sangat tidak layak. Tapi beberapa bulan ini mereka sudah merenov sedemikian rupa sehingga tampak luas, sejuk dan nyaman. 
Terus, salah satu resto yang menyediakan musholla layak adalah McDonald. Meski kecil, mungil tapi di-design sedemikian rupa sehingga nampak chic.

Kemudian, kalo saya sedang mudik ke Semarang, saya paling suka ke salah satu Pom Bensin di.....mana ya? lupa! Pom Bensin itu me-design musholla-nya dengan konsep minimalis. Keren pokoknya! Saya sering ngajak suami untuk mampir ke musholla itu, saking betahnya ngendon di musholla tersebut. 
Hm...tempat publik mana lagikah yang punya musholla keren dan bikin pengunjung bisa menjalankan ibadah dengan nyaman dan khusyu? tanpa kepanasan dan harus tahan terhadap bau apek tak sedap? sungguh, saya ingin mengunjunginya!

Beberapa orang mungkin berpikiran musholla merupakan hal sepele, yang keberadaannya tak perlu dibesar-besarkan dan pembangunannya tak perlu dianggarkan secara khusus. Cukup dibangun seadanya, di sudut/di pojokan, yang penting ada tempat buat sholat. Titik!
Padahal musholla bukan sekedar tempat untuk sholat tho'! Musholla bisa juga berfungsi sebagai tempat merenung, tafakur, buat karyawan yang lagi suntuk karena dimarahi atasan (daripada lari ke mall atau diskotik? kan mending merenung di musholla sambil Dzikir! ya kan?). Saya juga senang sekali berkunjung ke sebuah rumah, yang saat kita numpang sholat terus si tuan rumah menggiring kita ke suatu tempat khusus buat sholat, yang bernama 'musholla'. Kecil tak seberapa, tapi dibangun secara khusus.

Musholla, tempat ibadah setingkat di bawah mesjid, tapi keberadaannya sangat penting. 
Saya percaya, membangun mushola yang layak dan ditata indah merupakan salah satu cara memuliakan musholla.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...