Tuesday, October 23, 2012

Busway is My way...

image diambil dari http://www.lensaindonesia.com
Anda sudah pernah naik busway? **loh, kok naik 'busway'?** 
Entah kenapa, orang lebih suka nyebut 'busway' daripada 'transjakarta'. Padahal busway itu artinya jalur bus. 
Saya sendiri lebih suka nyebut 'busway'. Lebih enak diucap. Apalagi kalo diucapkan cepat jadi 'buswae'... 

Saya sudah berkali-kali naik busway. 
Pertama, saat harus mengikuti Diklat di daerah blok M. 
Dari Bogor naik kereta Jurusan Tanah Abang, turun di stasiun Dukuh Atas. Terus naik busway kearah blok M.
Kesan pertama naik busway? kurang menggoda! Mengingat saat itu bus-nya penuh, saya harus berdiri berdesakan. Selain itu, jarak antara stasiun kereta ke halte busway rada jauh jalannya. Jadi kaki rada gempor!

Kesan 'menggoda' naik busway baru terasa, saat kita harus pergi ke suatu lokasi yang jauhhhh banget. Yang kalo naik taksi bakal habis sekitar Rp50 rebuan. Atau kalo naik bis/angkot bakalan lama sampenya, krn kebanyakan ngetem!

Terhitung sudah 2x saya merasakan keuntungan naik busway pada saat menuju lokasi yang jauh.
Pertama, waktu saya harus daftarkan anakku ke Trans7 untuk ikutan Jambore si Bolang.
Lokasi kantor saya sekitar Pasar Senen Jakarta Pusat, sementara Trans7 berada di Kapten Tendean Jakarta Selatan. Saya cuma keluar ongkos sekitar Rp 20 ribuan /PP (angkot + busway). Bayangkan kalo naik taksi, bisa lebih dari Rp50 ribu (PP berarti Rp100 ribu-an).

Kedua, saat saya harus menengok sodara di RS Harapan Kita - Slipi, Jakarta Barat. Cuma keluar ongkos Rp5000 (angkot + busway) sekali jalan.

Ongkos busway sendiri Rp3500,- tanpa batas! Maksudnya, dengan ongkos segitu anda bisa PUAS keliling Jakarta sampe kelenger! 
Tapi dengan  syarat, anda ga boleh keluar dari halte busway! Cuma pindah2 koridor doank! Dan pastikan, si petugas ga mengenali anda. Kalo tidak, dia bakalan bosen lihat penumpang yang sama dari hulu ke hilir!

Yah...buat yang iseng pengen tau bagaimana kondisi Jakarta, dari mulai jalan protokol dengan gedung2 mewah bertingkatnya,  sampai ke pesisir Jakarta yang di'hiasi' perkampungan kumuhnya, Busway adalah pilihan yang tepat! 

Dan sekarang saya lagi harap-harap cemas nih, apakah Pak Jokowi bakal mewujudkan pembangunan monorel dan MRT yang udah lama mangkrak! 
Bayangkan, kalo kedua moda transportasi tersebut benar2 diwujudkan, kita bakal makin puas keliling Jakarta! 

Seandainya monorel dan MRT jadi terwujud, kelak rute perjalanan saya jadinya begini: 
Dari Bogor naik Kereta, turun Gambir, trus naik busway ke Kuningan.
Di halte busway Kuningan terus naik monorel kearah Bandara SoeHat.
Baliknya naik MRT !
**ngimpi**

Mengingat monorel dan MRT belum ada kejelasan bakal dibangun apa tidak, maka sementara untuk keliling Jakarta, Busway is my way.
O'iya, saking 'demen'-nya sama busway, saya sampe nyimpen Peta Koridor Busway yang saya donlot dari situs resminya di http://www.transjakarta.co.id/peta_rute.php
Am I freak??

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...