Tuesday, July 22, 2014

Lupakan Pilpres, Saatnya Bernostalgia


Awalnya saya cuma pengen tau apa bahasa Inggrisnya Kumis dan Janggut dalam bahasa Inggris. Maka seperti biasa, saya mengandalkan Mbah google untuk translate kata itu ke dalam English. Entah kenapa, pas saya ketik kata 'Janggut' di google search..eh yang keluar salah satunya malah "Cerita Pak Janggut dan Puteri Yang Manja".  Ya ampun..saya bagaikan di lempar ke masa kanak-kanak dulu. Saya inget betul cerita Pak Janggut itu. Waktu kecil saya berlangganan majalah Bobo, nah biasanya Bobo suka kasih bonus buku cerita tipis di tengah2nya. Salah satunya cerita Pak Janggut itu. Yang paling berkesan adalah cerita Pak Janggut dan Putri Yang Manja itu. Gara-gara baca cerita ini, saya sampe penasaran bagaimana rasanya acar mentimun seperti yang dikisahkan di cerita Pak Janggut (dalam cerita, Putri Paulin yang manja, yang tadinya benci mentimun, lama2 jadi doyan..dan saya jadi penasaran pengen makan acara mentimun juga).

image source: www.tokobukukomik.pasarberingharjo.com

Dari  Kisah Pak Janggut, saya pun jadi penasaran pengen cari buku2 lain yang dulu pernah saya koleksi. Diantaranya Kisah Lima Sekawan-nya Enid Blyton. Masih ingat, dulu setiap kali baca cerita ini, saya selalu membayangkan sebagai Anne, yang punya dua kakak laki-laki penyayang dan melindungi. Kisah Anne yang punya dua abang itu sepertinya sekarang terjadi pada Jasmine - putri saya, kebetulan Jasmine punya dua abang yang -meski sering mengganggunya- tapi basically sangat menyayanginya. 
Sebenarnya bukan suatu kebetulan saya bisa suka dengan cerita Lima Sekawan ini. Saya membacanya, karena kedua kakak perempuan saya suka baca dan mengkoleksinya. Setiap kali selesai baca buku, mereka langsung bermain peran dan pura2 berpetualang ala Lima Sekawan. Sebagai adik, tentu saya merasa terhibur dengan ulah mereka dan jadi ikut penasaran pengen baca bukunya. Pikir saya, pasti bukunya bagus dan seru sampe bikin kedua kakak saya rada gila..hahah.

image source: www.goodreads.com

Buku cerita lain yang bikin saya jatuh cinta yaitu Kisah Pipi Si Kaus Kaki Panjang. Cerita ini juga dulu saya dapat sebagai bonus di Majalah Bobo. Majalah Bobo memang selalu menyelipkan bonus, entah itu buku cerita tipis, poster, kartu bahkan kadang tempat pensil di tengah majalahnya. Meski pas ada bonus begitu harganya jadi agak melambung, tapi saya ga mikir....wong bukan saya yang beli!

image source: www.shantzcorner.wordpress.com

Satu lagi Novel berseri karya Enid Blyton yang dulu bikin saya penasaran dan suka mengkhayal jadi pengen ke Inggris: Kisah Si Badung. Novel ini menceritakan tentang seorang anak nakal, pemarah, tukang cari gara2, namanya : Elizabeth.  Namun sifatnya yang jelek itu bisa berubah, saat dia menjadi penghuni asrama sekolah. Setiap kali saya selesai membaca satu novelnya, slalu penasaran untuk membaca kisah selanjutnya. 
Bagian yang saya suka dari novel Si Badung adalah, saat di novel  diceritakan ada seorang anak baru yang pendiam, pemalu, kulit kusem -pokoknya siswa terbelakanglah- menjadi korban bully siswa2 lama,  Elizabeth pun tampil membela si anak dan Elizabeth juga berhasil merubah sikap anak tersebut. Kemudian pada novel berikutnya, dikisahkan si anak tadi pas masuk sekolah lagi berubah menjadi lebih ceria, percaya diri dan kulit sehat dengan pipi kemerah2an (biasanya satu novel diakhiri dengan berakhirnya semester belajar dan masuk musim liburan sekolah).

 
image source: www.inzubooks.blogspot.com

Enid Blyton selalu berhasil membangun sikap positif di setiap novelnya. Ini bukan cuma saya yang merasakan, tapi juga kedua kakak saya..(utamanya mereka terinspirasi dengan kisah Lima Sekawan). Sepertinya setiap anak yang baca novelnya menjadi tergerak untuk berbuat baik, rajin belajar, suka bermain dan berpetualang. Hebat banget ya? Jarang loh ..ada pengarang yang bisa mempengaruhi anak2 seperti itu. 
Cuma satu hal yang saya benci (tapi suka) dari novel2 karya Enid Blyton: setiap novelnya selalu membuat saya membaca dengan rasa lapar (pengen makan). Karena dalam setiap novelnya, Enid tidak pernah lupa menyisipkan cerita tentang makan-makan, menu perbekalan, menu pesta, dll. Dan itu digambarkan secara rinci, misalkan kayak gini: Anne menyiapkan bekal berupa 4 tumpuk roti isi daging panggang, selai strawberry, sosis, tidak lupa 2 botol susu dan 4 buah apel yang masih segar...walahhhh...secara saat itu saya masih anak2, apa yang saya baca pengennya menjadi nyata. Sementara, waktu itu keuangan keluarga saya masih 'ngos-ngosan'. Maka kalo saya merengek ke ibu minta dibelikan makanan seperti yang diceritakan di novel, saya bisa kena semprot dan ibu malah menyuruh saya berhenti baca novel yang "menyesatkan" itu..hahaha..

Sekarang entah kemana perginya koleksi buku-buku saya itu. Dulu, karena saking banyaknya koleksi buku cerita kami, kedua kakak saya sampe buka penyewaan buku cerita di teras rumah. Saat itu bisnis penyewaan buku sedang 'trend' di komplek kami. Jadi setiap anak yang punya buku cerita, bikin penyewaan. Terus kami suka saling menyewa. Harga sewanya, lumayan buat beli semangkuk bakso jaman dulu..Rp500 perak kalo ga salah. 
Dari situ, mulailah koleksi buku kami berkurang. Karena ternyata banyak juga teman kami yang 'nakal'. Menyewa sekaligus berniat menguasai. Kalo ditagih..selalu bilang 'sudah dikembalikan' atau 'yah...hilang'. Sayangnya dulu kedua kakakku belum terpikir uang jaminan. Apalagi terpikir untuk menyita harta mereka yang berupa buku juga. Semua didasarkan atas asas pertemanan: percaya untuk tidak percaya.

Dan sekarang saya mendadak pengen baca semua buku itu lagi. Dimana saya bisa menemukannya ya? Beberapa toko buku online ada yang menjual, tapi versi baru. Sementara saya lebih suka cover versi jadul.