Akhir tahun begini, saya banyak
mendapat undangan pernikahan. Engga di rumah, engga di kantor, undangan datang
silih berganti. Banjirnya undangan, membuat saya harus menyisihkan sebagian
uang kas untuk mengisi amplop undangan. Teman saya bilang (atau ngeluh ya?):
“kok nikah bisa bareng-bareng gini ya? Uang kas pribadi jadi kesedot
setengahnya.” Hehe… mungkin apa yang dikatakan teman ada benarnya, tapi tentu
saja kita tetap ikut senang mendengar teman/saudara kita akhirnya menemukan
pelabuhan hatinya dan dirayakan dalam sebuah pernikahan bukan? Selain itu, bagi
saya menghadiri undangan pernikahan adalah saatnya untuk berburu souvenir
pernikahan yang terkadang unik dan lucu.
Saya masih ingat, saat mau nikah
dulu saya paling sibuk cari souvenir. Sebetulnya untuk acara pernikahan saya,
keluarga sudah menyusun panitia dengan tugas yang jelas. Saya sebagai pengantin
harusnya tidak usah ikut sibuk dalam susunan panitia itu. Tapi saya tetap maksa
agar pencarian souvenir biar saya yang handle!
Saya ingin agar souvenir pernikahan saya berkesan buat para undangan. Harapan
saya, mereka akan meletakkan souvenir di lemari pajangan atau setidaknya di
meja kerja/belajar. Souvenir saya waktu itu adalah tempat pensil berbentuk miniatur
sepeda onthel dari kayu. Saya membelinya di sekitar kebun raya Bogor dengan
harga lumayan mahal. Karena harganya yang lumayan itulah, maka saya hanya
membeli dalam jumlah terbatas. Walhasil tak semua undangan mendapat souvenir
itu. Sayang sekali ya?
Adapun souvenir yang saya dapat
dari setiap menghadiri pernikahan pada umumnya berupa gantungan kunci, pembuka
botol atau permen. Kalau dikumpulkan dengan telaten mungkin saya sudah dapat lebih dari satu dus. Saya tau, semakin unik dan lucu souvenir, maka harganya pun semakin
lumayan mahal. Mungkin harga yang mahal itulah yang membuat orang-orang hanya
menyediakan souvenir dengan model standar seperti di atas (gantungan
kunci dkk). Padahal kalo jeli dan rajin, kita dapat memperoleh souvenir
lucu dan unik dengan harga terjangkau loh!
Salah satu pengrajin souvenir
yang saya kenal adalah Dani-craft. Dani-craft menyediakan berbagai macam
souvenir lucu dan unik yang memanjakan mata dan bikin gemes pengen beli! Souvenir pernikahan yang tersedia disana banyak macamnya. Dari mulai pensil atau pulpen berbentuk
boneka kayu mungil, tempat asbak dengan hiasan patung pengantin dari beberapa
daerah di Indonesia, kura-kura mungil untuk menyimpan paper clip sampai tempat
pensil berbentuk siput! Benar-benar unik dan lucu dan di luar bentuk standar
souvenir yang biasanya kita terima. Harganya? Beraneka rupa dan cukup
terjangkau. Bengkel Dani-craft ini lokasinya
ada di Yogya, tapi mereka juga terima pesanan via sms atau e-mail seperti yang
tercantum di website-nya.
Melihat beberapa souvenir pernikahan di Dani-craft bikin saya
pengen nikah lagi..eh…maksudnya jadi pengen belanja souvenir untuk pernikahan. Sayang sekali di keluarga besar saya, saya adalah anak paling kecil yang paling akhir menikah. So…
ga akan ada lagi pernikahan di keluarga saya. Saya hanya berharap semoga keponakan-keponakan
perempuan saya yang sudah dewasa segera menikah dan mereka menyusun kepanitian. Sehingga saya
bisa mengajukan diri sebagai seksi pencari souvenir pernikahan buat mereka! Hihi..
![]() |
| tempat paper clip |
![]() |
| asbak |
![]() |
| pensil lucu |
![]() |
| tempat lilin, kyk topi ya? |



