Showing posts with label Jalan-Jalan. Show all posts
Showing posts with label Jalan-Jalan. Show all posts

Friday, September 5, 2014

Suatu Hari di Kebun Raya Bogor

Sesungguhnya ini bukan kali pertama saya berkunjung ke Kebun Raya Bogor (KRB). 
Meski sudah berkali2 kesini dan tiap hari saya selalu melewatinya, tapi rasa penasaran untuk 'ngubek' isi KRB tidak pernah pupus.
Biasanya saya ke KRB bareng keluarga, dan lokasi yang dituju selalu saja sama:  lapangan luas dekat Cafe DeDaunan dan kolam teratai. Lokasi ini merupakan lokasi favorit para pengunjung. Hampir semua pengunjung menuju kesini. Selain karena lapangannya paling luas, ideal buat area anak2 main bola, lari-lari dan juga gelar tiker, lokasi ini juga dekat ke Mesjid dan toilet.
Imbas dari tiap kali ke KRB ke lokasi yang sama, maka bila ada orang tanya apa saja yang menarik di KRB? saya tak bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Sungguh, saya bukan pemandu wisata yang baik. 

Berangkat dari rasa ingin tau apa saja tempat menarik di KRB (dan demi memberikan jawaban memuaskan manakala ada yang bertanya lagi nanti), maka Jumat di akhir bulan Agustus lalu, bersama dua rekan kantor, kami olahraga jalan kaki 'ngubek' KRB. O'iya, fyi setiap Jumat kantor kami membebaskan karyawannya untuk berolahraga sampai menjelang waktu jumatan tiba. Khusus Jumat, kantor kami memang tidak membuka pelayanan ke publik. Tentu saja, kebijakan 'Jumat bebas' itu direspon semua karyawan dengan antusias. Sebagian ada yang memilih main bulutangkis, sebagian wanita bersenam ria, dan yang lainnya ada yang memanfaatkan dengan olahraga jalan kaki sekaligus berwisata seperti saya.

Kami mulai start dari kantor pukul 07.30 WIB dengan berjalan kaki: menyusuri jembatan merah - jalan paledang - kantor batu hingga bertemu jalan besar Juanda dan Gerbang Utama KRB yang berada tepat di seberang lokasi wisata kuliner- Jalan Suryakencana. Udara sejuk pagi kota Bogor mengiringi langkah kaki kami. Ternyata jalan kaki berkilo-kilo jika dilakoni dengan gembira dan santai, asik juga.

Masuk KRB kami diharuskan bayar tiket Rp15 ribu per orang. Menurut rekan, harusnya kami bawa ID card kantor supaya gratis. Ah, mending bayar ajalah, daripada nanti malu karena udah nunjukin ID masih ditolak juga.

Komplek Makam Belanda. Begitu masuk KRB, tujuan pertama kami adalah lokasi Bunga Bangkai. Sayangnya, saat kami kesana bunga tidak sedang tumbuh. Akhirnya kami cuma lewat dan terus menuju makam Belanda. Letak makam ini di tengah-tengah rimbunnya pohon2 bambu. Udaranya sejuk dan lokasinya cukup gelap. Padahal itu pagi2. Kebayang kan kalo datang kesini menjelang senja, atau malam?  


www.pop282007.blogspot.com
2 kuncen makam
 :-)

www.pop282007.blogspot.com

Sesuai catatan di prasasti yang ada di depan komplek makam, makam ini usianya lebih tua dari KRB tahun 1817. Jumlah makamnya sih cuma sekitar 40-an. Tapi makamnya tertata lumayan apik dalam satu lokasi. Saat datang ke makam, kami bertemu satu keluarga berjumlah 5 orang yang sedang asik foto-foto depan makam. Rupanya mereka sudah lama disitu, karena tak lama kemudian mereka pun beranjak meninggalkan kami bertiga. 
Tidak menghabiskan waktu lama kami berada di sekitar makam. Setelah sekilas baca2 riwayat para penghuni makam yang tertera di batu nisan dan puas berfoto ria, maka kami pun buru2 berlalu dari situ. 

Petilasan Bung Karno. Dari makam Belanda, kami lalu mengambil rute yang jarang dilewati orang. Sengaja ambil rute ini, mumpung saya sedang bersama kawan perjalanan yang hobi blusukan! Tentunya kalo ke KRB bersama keluarga, saya engga akan melewati rute ini bukan? Rute yang kami ambil ini agak memutar dan jauh dari keramaian. Namun sisi positifnya, tanpa sengaja kami bisa menemukan Petilasan Bung Karno, sumur keramat, dan makam keramat Ratu Galuh Mangkualam (istri kedua Prabu Siliwangi) beserta makam Panglima Perang dan Patih Prabu Siliwangi.  

Petilasan Bung Karno berupa sebuah bangunan kecil terbuka yang menyerupai sebuah gazebo. Saat kami kesitu, tak ada pengunjung seorangpun.
Di tengah2 bangunan terlihat beberapa tangkai bunga sedap malam dan bekas dupa dalam sebuah vas bunga. Selebihnya, yang kami temukan adalah sisa-sisa puntung rokok dan bekas gelas air mineral yang teronggok begitu saja di lantai yang kotor. Kebiasaan buruk sebagian besar masyarakat kita: buang sampah sembarangan. Menyebalkan!


www.pop282007.blogspot.com

www.pop282007.blogspot.com

Sumur Keramat Sipatahunan. Dari Petilasan Bung Karno, kemudian kami mengambil jalan menurun ke arah Sungai CIliwung. Pas menuruni jalan, kami lihat di bawah sana diantara pohon-pohon rimbun, seorang pria mandi di sumur. Waduh,...ngapain tuh orang mandi di tengah2 hutan gini?
Rekan perjalananku bilang ..'itu pasti sumur keramat Sipatahunan'. Menurut info yang dia tau, air sumur itu memiliki banyak kelebihan. Selain bisa mensucikan jiwa, juga bisa menyembuhkan beberapa penyakit. Maka tak heran saat2 tertentu, ada orang yang mandi atau minum dari sumur itu. Hanya saja karena letak sumur ini yang tersembunyi dan jauh dari keramaian, maka tak banyak orang yang tahu keberadaan sumur ini. Kalo tidak, mungkin setiap pengunjung KRB akan menumpang mandi disini. Apalagi yang habis olahraga jalan kaki kayak kami gini. Di lokasi ini, sorry no pic, mengingat pas mau ngambil foto eh..ada yg lagi mandi!

Komplek Makam Keramat Prabu Siliwangi. Tak berapa jauh dari sumur keramat, kami menemukan (lagi) komplek makam.  Konon menurut kuncen disitu, ini adalah makam Ratu Galuh Mangkualam (istri kedua Prabu Siliwangi) beserta makam Panglima Perang dan Patih Prabu Siliwangi.  Sebagaimana halnya suatu makam keramat, banyak orang yang datang ke makam ini dengan berbagai niat. Saat kami berkunjung ke makam itu, ada beberapa pengunjung makam. Kami sendiri tidak masuk ke dalam makam sang Ratu dan lebih memilih menengok dan mengambil foto dari luar pagar makam.


www.pop282007.blogspot.com

www.pop282007.blogspot.com

www.pop282007.blogspot.com

Taman Sudjana Kasan. Setelah berjalan cukup jauh dari makam keramat, kami tiba di sebuah taman cantik. Di taman ini terdapat patung laki-laki setengah badan, dengan tulisan 'Lebak Sudjana Kasan 18 Mei 1985'. Menurut info yang saya search di mbah google (setelah saya balik ke kantor) dijelaskan bahwa Bapak Sudjana Kasan adalah ahli Biologi Indonesia pertama yang mengelola KRB. Sebagai kenangan dan penghormatan atas kepemimpinannya, maka taman ini didedikasikan untuk beliau.
Dan ternyata menurut mbah google juga, di taman itu terdapat lambang burung Garuda yang bisa dilihat jelas di google map. Taman ini seringkali disebut taman bhineka. 

www.pop282007.blogspot.com

www.pop282007.blogspot

www.pop282007.blogspot.com

Di taman ini kami -lagi-lagi- tidak bertemu banyak orang. Cuma menemukan seorang turis wanita Jepang yang duduk selonjoran sambil nyanyi2. Sepertinya dia habis mandi. Entah mandi dimana. Jangan2 abis nyebur di kolam taman?

Keluar dari taman, kami kembali ke rute umum yang sekarang mulai banyak orang. 
Tepat di depan taman anggrek kami menemukan kran Air minum gratis. Wah..serasa bertemu oase di gurun, kedua rekan saya yang dari tadi ga bawa minum, langsung bergegas ke arah kran. Yah, sayang sekali tadi botol air mineral saya yang sudah kosong malah dibuang, padahal bisa buat isi ulang.


www.pop282007.blogspot.com

Selesai melepas dahaga, kami memutuskan untuk istirahat sejenak di rerumputan. Sementara salah seorang rekan saya sibuk berusaha memetik buah bisbul yang pohonnya tegak berdiri tepat diseberang tempat kami duduk. Sayangnya buah bisbul yang matang adanya di batang pohon paling atas. Hingga rekan saya cuma bisa memetik yang masih mentah. Saya sendiri baru tau ada buah bernama bisbul. Katanya sih enak dan manis, itu kata rekan saya yang udah sering mencoba. Buah ini termasuk buah langka. Seperti halnya buah kacapi, buah huni dan buah jigong alias sawo Belanda. Eh...dimana ya cari buah2an itu? dulu waktu saya kecil, gampang sekali menemukannya. Banyak yang jual. Kenapa sekarang jadi menghilang?

Hampir setengah hari kami menjelajahi KRB. Saya cukup puas. Selain berolahraga, juga sekalian berwisata. O'iya..sebelum lupa, lokasi2 menarik di KRB tadi posisinya ada di sayap kiri KRB, yang berarti berada di sekitar wilayah sempur dan jalan padjajaran (Bukan di sekitaran Pasar Bogor).

Sepanjang perjalanan pulang (kali ini memilih naik angkot karena udara sudah mulai panas terik), dalam pikiran saya mulai muncul ide2 akan kemana lagikah Jumat depan? Rasanya masih banyak obyek wisata bersejarah di Bogor yang belum saya jajaki. 

See you next friday!!




Monday, April 15, 2013

Candra Naya - bangunan kuno diantara yang modern

tampak depan Candra Naya
Saya adalah pecinta bangunan tua, kuno, berhawa magis atau mungkin horor. Itu jangan diragukan lagi!
Kalo saya tanpa sengaja menemukan bangunan kuno, maka ibarat dua kekasih yang tak bertemu lama, rasanya senenggg banget. Kalo bisa pelukan, udah dipeluk tuh bangunan.

Rasa senang dan bahagia itu pun mendadak menyerang saya, saat tanpa sengaja -ini bener2 ga sengaja- saya dan teman2 menemukan suatu bangunan  kuno diantara bangunan modern yang tinggi menjulang.

Awalnya, saya dan teman2 berniat rapat di Hotel Novotel Gajah Mada Kota.
Saat memasuki halaman depan hotel, mata kami langsung disuguhi pemandangan sebuah bangunan khas Tionghoa. Rasanya aneh, kok bisa suatu bangunan kuno 'nyempil'  diantara hotel dan perkantoran yang menjulang? Tadinya kami pikir itu kelenteng tempat ibadah. Ternyata, bangunan ini sebagai bangunan cagar budaya yang dilindungi Pemerintah.

Bangunan yang terkenal dengan nama Candra Naya ini tadinya merupakan rumah Mayor Khouw Kim An, pemimpin masyarakat China di Jakarta sekitar tahun 1910-an. Riwayat dan sejarah lengkap berdirinya bangunan ini bisa dibaca di situs National Geographic.  Disini saya cuma mau berbagi keindahan isi bangunan tersebut, yang bikin para pengunjung terpesona, dan sekali lagi surprised...kok bisa ya, ada bangunan  kuno diantara gedung bertingkat?  posisinya yang 'nyempil' itu yang bikin unik.

O'iya...kata temenku -yang punya indera keenam- saat masuk ke suatu ruangan yang dulunya kamar, katanya hawanya rada lain. Entahlah. Tapi kalo aku mah biasa aja tuh.


area depan Hotel Novotel

ruang tengah

kolam di halaman belakang
sayap kiri bangunan

teman2 bergaya depan kolam



sebuah teras


Friday, December 7, 2012

Suatu Hari di Kaki Gunung Pangrango

Mendaki gunung, menuruni lembah dan menerobos hutan belantara...adalah mimpi2 saya di masa muda dulu!
Sebagai seorang anak bungsu, boro2 menjalani ketiga kegiatan di atas, main ke tetangga di kompleks aja belum tentu lolos!
Padahal saya ini sebenarnya orang yang punya hasrat besar untuk berpetualang. Cuma seringkali hasrat itu cuma mentok dalam pikiran saja, tanpa bisa diwujudkan. Dan apabila akhirnya terwujudkan, maka luar biasa berkesan!

Hingga akhirnya, pada suatu hari di bulan November lalu, mimpi2 saya di masa muda dulu sedikit banyak terwujudkan. Meski tidak 100% sesuai dengan angan2 saya, tapi setidaknya beberapa langkah menuju kesana!
Kalo biasanya laut dengan pantainya yang indah tujuan utama liburan kami, maka kali ini kakak saya memberi ide brilian :   kaki Gunung Pangrango  - Sukabumi! 

Villa Cemara

Ini nama tempat kami berteduh, beristirahat dan makan bersama dengan suasana sekeliling murni alam ria! Letaknya tepat depan gerbang masuk Taman Nasional Gunung Pangrango. Dalam situsnya dikatakan bahwa Villa ini peninggalan Bung Karno! entah benar entah tidak. Saya mah ga peduli. Yang jelas menginap disini, kita bagaikan dilemparkan ke suatu masa, dimana si Laura di little house on the prairie bercanda bersama Mary kakaknya! (hm...ada yg tau film ini ga ya??).
Villa ini hampir seluruh bangunannya dari kayu (jati tentunya), kecuali kamar mandi yang jumlahnya ada 2. 
Kamar tidur ada 3 dengan masing2 berisi 2 ranjang bertingkat. Ruang tengah lumayan lega. Begitu pula dapurnya! Pendek kata, villa ini sangat nyaman untuk mereka yang datang rombongan (15 orangan-an lah!). Harganya? lumayan murah, apalagi kalo kita bisa sharing dengan yang lain! 


Danau Situgunung

Menuju danau atau Situ ini bisa ditempuh dengan 3 cara: jalan kaki, naik ojek atau naik mobil. Kami pilih jalan kaki. Sekalian olahraga dan menikmati keindahan alam. Jarak yang ditempuh sekitar 2 Kiloan. Lumayan pegal kaki! 
Oiya, sebenarnya saat masuk Taman Nasional kita dikenakan tiket -- kalo engga salah -- sekitar Rp5000,-...tapi berhubung Villa Cemara letaknya tepat depan gerbang masuk, jadi seolah-olah Taman Nasional itu sepaket dengan villa, alias penghuni villa bisa bebas keluar masuk Taman Nasional sesukanya.(sebenarnya sih engga, cuma kami aja yang sok tau keluar masuk dengan cueknya. Lagian petugas loket engga negur pula!).
Panorama Situgunung luar biasa bagusss banget! Bayangkan saja, ada danau di tengah hutan! Suamiku sampe bilang: 'engga nyangka ya? di Jawa Barat yang penduduknya padat gini masih ada panorama alam yang indah!'
Disana juga tersedia camp-camp yang disewakan buat rombongan. Pada saat kami kesana, ada rombongan karyawan dari suatu perusahaan yang sedang outbound.



Curug Sawer

Diantara semua, mungkin perjalanan menuju Curug Sawer yang paling mengesankan dan tak akan terlupakan seumur hidup. Curug Sawer adalah nama salah satu air terjun di dalam Taman Nasional. Menuju kesana sebenarnya ada 2 cara: naik ojek atau jalan kaki. Kedua-duanya medannya sama berat!
Kami - seperti biasa, dengan sok tau - pilih jalan kaki saja! Padahal udah diperingatkan sama petugas tiket, jalan kesana 2x lipat lebih jauh dari jalan ke Situgunung. Begitupun Tukang Ojek udah nawarin supaya saya dan anak2  naik ojek, apalagi dilihatnya ada 3 anak kecil (terkecil Jasmine, 3 thn kurang 2 bln). Tapi kami bersikeras menolak, karena suami khawatir jalan menuju Curug mirip jalan ke Danau : berbatu-batu dan licin bekas hujan, ga aman dilalui ojek. Namun, berkat bujukan Kakak ipar (katanya..'kasianlah, anggap aja bagi2 rejeki ke tukang ojek!'), akhirnya  ada 2 orang yang naik ojek : Yasser dan sepupunya yang berusia 6 tahun. Ongkos ojek-nya Rp25.000,-/motor. 
Dan ternyata, rute naik ojek berlawanan arah dengan rute jalan kaki! Saya yang melihat Yasser dibawa ngebut tukang ojek ke arah berlawanan....rada ketar-ketir, takut dibawa kabur!

Selanjutnya, perjalanan kami berjalan kaki menuju Curug Sawer adalah perjalanan yang mengharu biru dan mengesankan. Jarak yang harus kami tempuh sekitar 3 kilo lebih. Kalo jalannya datar dan bagus oke saja! Masalahnya jalan kesana belusukan masuk hutan belantara, menanjak dan menuruni bebatuan tajam serta tanah yang licin sehabis hujan. Belum lagi di sisi kanan jurang yang dalam. Bener2 horor!
Kami berangkat jam 14.00 saat cuaca cerah habis hujan. Tapi saat disana, kok serasa gelap ya? o'iya, kan dalam hutan!
Jangan ditanya bagaimana perasaan saya saat itu! Sepanjang jalan saya merutuk dan nyesel setengah mati, kenapa harus ikut dan kenapa pula bawa Jasmine? Karena, sepanjang perjalanan Jasmine minta digendong ayahnya. Kebayang kan? jalan jauh seolah tak ada ujung, suami sambil bopong anak seberat 12 kilo harus turun naik jalanan yang licin, apa ga bikin suami gempor? saya saja yang cuma nenteng payung capek-nya minta ampun. Padahal tadi suami sempet nolak ikut dengan alasan capek abis jalan kaki gendong Jasmine dari Danau tadi pagi. Tapi demi melihat Jasmine yang maksa ikut ke Curug, akhirnya suami gabung.
Beberapa kali kami bertiga harus beristirahat, sementara sodara-sodara saya yang lain udah jalan mendahului. Setiap kali menuruni jalan sempit berbatu licin yang di kanannya jurang, nyali saya ciut, khawatir lihat suami dan Jasmine mendadak terpeleset dan masuk jurang.
Segala pikiran buruk bermunculan. Seandainya mereka terpeleset masuk jurang, bagaimana nolongnya? harus minta tolong siapa? Hp ga ada signal, dan kalopun minta tolong petugas, itu berarti salah satu dari kami harus balik lagi ke pos jaga di gerbang utama tadi yang jaraknya 2 kiloan. Sepertinya kalo mereka terpeleset masuk jurang, saya lebih baik ikut terjun sebagai tanda penyesalan!

belusukan masuk hutan

Akhirnya, setelah melalui perjalanan panjang yang melelahkan, kami sampai juga di Curug Sawer. Saat kami tiba disana, hujan turun deras. Alhamdulilah...coba kalo hujan turun tadi di tengah jalan? saya bakal nangis sejadi2nya!
Disana Yasser dan sepupunya sudah menunggu ditemani tukang ojek. Syukurlah, mereka selamat!
Cuma seperempat jam kami di Curug Sawer. Mengingat hujan turun makin deras, dan cuaca makin gelap, kami putuskan semua pulang naik ojek. Daripada harus balik lagi lewati hutan tadi?
And you know what? tadinya kupikir medan yang dilalui ojek pasti seperti jalan umum biasa, eh..ternyata: sama gilanya! Ojek yang kami tumpangi harus melewati jalanan sempit, licin berbatu dengan disisi kanan jurang dengan jarak tempuh yang sama jauhnya saat lewati hutan tadi.
Beberapa kali saya dan Yasser harus mengingatkan tukang ojek supaya ga ngebut pas turunan tajam. Tukang ojek dengan santainya malah bilang 'ini ga ngebut kok Bu, kami udah biasa lewati jalan ini!"...yah, situ biasa, bagi kami luar biasa.
Pokoknya, perjalanan pulang dengan tukang ojek gila, sama mengerikannya dengan perjalanan berangkat lalui hutan tadi!
Sampai di vila, saya harus sujud syukur berkali-kali, karena semua bisa kembali dengan selamat!

Setelah melewati setengah hari perjalanan yang mengharu biru itu, kapok-kah saya?
saat itu dan besoknya saya bilang 'Kapok, ga mau lagi kesana!.
Tapi sekarang, rasanya saya pengen balik lagi.
Rupanya ini yang namanya tobat sambel!



Tuesday, October 23, 2012

Busway is My way...

image diambil dari http://www.lensaindonesia.com
Anda sudah pernah naik busway? **loh, kok naik 'busway'?** 
Entah kenapa, orang lebih suka nyebut 'busway' daripada 'transjakarta'. Padahal busway itu artinya jalur bus. 
Saya sendiri lebih suka nyebut 'busway'. Lebih enak diucap. Apalagi kalo diucapkan cepat jadi 'buswae'... 

Saya sudah berkali-kali naik busway. 
Pertama, saat harus mengikuti Diklat di daerah blok M. 
Dari Bogor naik kereta Jurusan Tanah Abang, turun di stasiun Dukuh Atas. Terus naik busway kearah blok M.
Kesan pertama naik busway? kurang menggoda! Mengingat saat itu bus-nya penuh, saya harus berdiri berdesakan. Selain itu, jarak antara stasiun kereta ke halte busway rada jauh jalannya. Jadi kaki rada gempor!

Kesan 'menggoda' naik busway baru terasa, saat kita harus pergi ke suatu lokasi yang jauhhhh banget. Yang kalo naik taksi bakal habis sekitar Rp50 rebuan. Atau kalo naik bis/angkot bakalan lama sampenya, krn kebanyakan ngetem!

Terhitung sudah 2x saya merasakan keuntungan naik busway pada saat menuju lokasi yang jauh.
Pertama, waktu saya harus daftarkan anakku ke Trans7 untuk ikutan Jambore si Bolang.
Lokasi kantor saya sekitar Pasar Senen Jakarta Pusat, sementara Trans7 berada di Kapten Tendean Jakarta Selatan. Saya cuma keluar ongkos sekitar Rp 20 ribuan /PP (angkot + busway). Bayangkan kalo naik taksi, bisa lebih dari Rp50 ribu (PP berarti Rp100 ribu-an).

Kedua, saat saya harus menengok sodara di RS Harapan Kita - Slipi, Jakarta Barat. Cuma keluar ongkos Rp5000 (angkot + busway) sekali jalan.

Ongkos busway sendiri Rp3500,- tanpa batas! Maksudnya, dengan ongkos segitu anda bisa PUAS keliling Jakarta sampe kelenger! 
Tapi dengan  syarat, anda ga boleh keluar dari halte busway! Cuma pindah2 koridor doank! Dan pastikan, si petugas ga mengenali anda. Kalo tidak, dia bakalan bosen lihat penumpang yang sama dari hulu ke hilir!

Yah...buat yang iseng pengen tau bagaimana kondisi Jakarta, dari mulai jalan protokol dengan gedung2 mewah bertingkatnya,  sampai ke pesisir Jakarta yang di'hiasi' perkampungan kumuhnya, Busway adalah pilihan yang tepat! 

Dan sekarang saya lagi harap-harap cemas nih, apakah Pak Jokowi bakal mewujudkan pembangunan monorel dan MRT yang udah lama mangkrak! 
Bayangkan, kalo kedua moda transportasi tersebut benar2 diwujudkan, kita bakal makin puas keliling Jakarta! 

Seandainya monorel dan MRT jadi terwujud, kelak rute perjalanan saya jadinya begini: 
Dari Bogor naik Kereta, turun Gambir, trus naik busway ke Kuningan.
Di halte busway Kuningan terus naik monorel kearah Bandara SoeHat.
Baliknya naik MRT !
**ngimpi**

Mengingat monorel dan MRT belum ada kejelasan bakal dibangun apa tidak, maka sementara untuk keliling Jakarta, Busway is my way.
O'iya, saking 'demen'-nya sama busway, saya sampe nyimpen Peta Koridor Busway yang saya donlot dari situs resminya di http://www.transjakarta.co.id/peta_rute.php
Am I freak??

Monday, October 15, 2012

Antara Anyer dan Jakarta

Postingan ini terinspirasi dari obrolan anak kuliah samping saya kemarin.
Begini, kemarin sampingku dua mahasiswi bicarakan tentang acara weekend. Terus salah seorang dari mereka cerita perjalanannya ke Anyer. Dia bilang dia kapok ga mau lagi kesana!
Kenapa? jalan menuju kesana yang ancur2an bikin maless!
Katanya, kalo mau main di pantai mending di Ancol aja deh! meski kotor tapi deket. Perjalanannya ga bikin cekot2.

Terus, mendadak saya jadi inget, tahun lalu saya dan keluarga juga kesana. Tepatnya ke pantai Carita, yang letaknya lebih jauh dari Anyer.
Saya membenarkan pendapat mahasiswi tadi. Jalan menuju ke Anyer emang aje gile! Padahal itu perjalanan saya tahun lalu loh! it means..sekarang masih begitu kondisinya!
Mungkin karena sering dilewati truk tronton segede alaihim gambreng kali ya? dan yang dibawa truk tronton itu rupa2 yang bikin jalanan kotor. Ada semen, ada pasir, ada kayu gelondongan. Pokoknya rame!

CINTA DAMAI
rada kecewa, krn depan cottage kami ternyata pantai Carita-nya cuma segini!
udah gitu kotor pula! Lebih bagusan Pantai Anyer depan Sol Elite Marbella..

Sebenarnya Pantai Anyer merupakan obyek wisata bagus sebagai alternatif wisata laut selain Pulau Seribu. Tapi kenapa sarana dan prasarana kesana ga pernah dibangun kokoh ya? padahal disana banyak pabrik besar loh!  Bu Gubernur Ratu Atut, tolong donk direnov tuh jalan! Pake bahan yang 'ampeg' dan ga gampang rusak gitu, biar turis domestik maupun asing makin bejibun wisata kesana! 

Btw, tentang cerita jalan2 saya ke Carita, waktu di penginapan di Carita kami ketemu banyak pemuda tawarkan jasa tattoo dan kepang rambut ala Jamaica. Persis kayak di Bali. Saudara-saudara saya iseng coba tattoo yang non permanen itu. Ada yang di dada dengan motif kalajengking atau ular sendok bak preman Senen, dan ada juga yang di telapak tangan bak penari India. Saya? Ga lah! Gak PD.

CINTA DAMAI
CINTA DAMAI
masyalloh...sapa nih yang 'PD' tatto di dada??

O'iya, kalo ke Carita jangan lupa mampir di RM Ibu Entin yang berlokasi di Labuan Banten. RM ini terkenal dengan menu masakan laut yang enak, utamanya sate seafood ukuran sak gede2 gaban! 
Harganya? jangan ditanya! karena saya ga tau, berhubung bukan saya yang bayar!

CINTA DAMAI
CINTA DAMAI
ikan bakar dan sate cumi/udang

CINTA DAMAI
RM Ibu Entin di Labuan-Banten

Terus, kapokkah saya jalan-jalan ke Anyer, Carita dan sekitarnya?? antara kapok dan tidak.  Tergantung situasi!
Kalo kesana gratisan dan diakhiri dengan makan2 di RM Ibu Entin, saya ga nolak! 
Tapi kalo saya harus bayar sendiri, waduh! Daripada harus melalui perjalanan jauh, melewati jalanan rusak, trus sampe sana kudu keluar uang banyak. mending engga!


CINTA DAMAI
design pintu tol yg paling keren yg pernah saya temui!
(Gerbang Tol Cikupa - Tanggerang)

Catatan: maaf nih jika ada diantara pembaca yang tinggal di Anyer! No offense ! Peace...





Friday, September 14, 2012

Kuliner Enak di Semarang

Saya dan suami (plus anak-anak) kalo udah sampe Semarang, apa yang dicari pertama kali? MAKANAN.! 
Lebaran kemarin kami sampai di Kota Semarang pukul 24.30 pas malam takbiran. 
Begitu masuk kota Semarang, bukannya langsung menuju rumah mertua, Suami malah ngajak ngubek2 kota nyariin warung tenda yang masih buka. Dari mulai muter2 Simpang Lima, Tugu Muda, sampe ke arah Krapyak. Demi mencari satu nama : BAKMI JAWA!
Kami memang penggemar berat Bakmi Jawa. Sebenarnya di Bogor juga ada. Tapi tetap ga sekomplet di Jawa Tengah. Ga ada brutu, sayap dan paha ayam yang rasanya alot. Semakin alot dagingnya, makin lezat rasanya.

Setelah muter2 keliling kota, akhirnya kami malah ketemu Bakmi Jawa ga jauh dari rumah mertua di sekitar Banjir Kanal. 
Tampilan warungnya kurang meyakinkan sih. Dan yang beli juga cuma sepasang remaja yang sedang leyeh2 di trotoar jalan! (Masyalloh....malam takbiran kok...???).
Rasa bakminya bagaimana? kalo kataku sih 'Alhamdulilah enak' (sebagai seorang pemakan segala, pantang bilang Tidak Enak!). Pedasnya cukup nonjok!
Tapi komen suami dan si sulung lain lagi! Kata mereka sih rasanya kurang sreg dan terlalu manis!'
Karena tampilan Bakmi yang ga meyakinkan, maka ga jadi ku dokumentasikan.

Kami tinggal di Semarang 4 hari. Engga kemana2. 
Tadinya pengen ke Yogyakarta, tapi kata iparku jalan kesana muaceettt. 
Terus berniat ke pantai di Jepara atau sekalian ke Karimun Jawa. Batal juga! karena ide ke Jepara baru muncul Senin siang. 
Suamiku bilang, kalo mau jalan jauh itu diniatkan jauh2 hari dan semateng mungkin. Jangan dadakan!
Ya sudah, akhirnya selama di Semarang kegiatan kami cuma makan dan makan! (wajar kalo setelah lebaran, tampilan kami makin bulet dan 'subur'). 
Beberapa tempat makan yang -menurut kami- enak dan maknyuss antara lain:

Blog Cinta Damai

Belum sempet difoto, udah abis dilahap Yasser!

Kepiting Cah Gundul!
Blog Cinta Damai
Mantap rasanya!

Sebenarnya masih banyak! ada Soto Ayam Pak Denan, Kepala Kakap, Bakmi Jawa di deket rumah orangtuanya Bu Sri Mulyani...Tapi semua itu ga sempet di jeprat-jepret. Maklum, sang fotografer lupa diri! sibuk melahap makanan !


Wednesday, July 25, 2012

Masjid Az-Zikra, Sentul

Kalo kemarin saya ngomongin musholla, sekarang saya mau ngomongin tentang masjid. Seperti yang saya katakan di postingan terdahulu, saya dan keluarga kalo lagi jalan2 suka mampir sholat di musholla atau mesjid. Utamanya kalo pas mudik, saya seneng banget mampir di mesjid di suatu daerah- pedesaan, sepi, dan sejuk. Udah gitu mesjidnya bersih pula. Hadeuh...semilir angin sepoi-sepoi bikin kami yang capek jadi ngantuk dan berniat leyeh-leyeh abis sholat.

Nah, kemarin itu suami mendadak ngajak ke Sentul. Dia berniat mau ketemu sama ahli budidaya belut yang pasang iklan di internet. Suami lagi jatuh cinta dengan belut (untung dengan belut, bukan dengan WIL!).
Dengan berbekal sebaris alamat sebagaimana yang tertera di iklan itu, kami muter2 jelajah Sentul. Di iklan tertulis alamatnya tepat depan Masjid Az-Zikra, Sentul. Saya langsung inget..eh itu kan Masjid Qadaffy bukan? yap! kebetulan sekali, udah lama saya pengen kesana. Kesohoran nama masjid itu yang bikin saya penasaran.

Akhirnya setelah muter2 dan nyasar sana-sini, sampai juga kami di Masjid Az-Zikra (sebenarnya dari pintu tol sentul ada jalan tembus lewat samping RM Karimata, tapi karena kami belum 'ngeh', kami malah ngambil rute yang jauh. Masuk lewat jalan menuju Sentul .

Masjid ini lumayan besar. Berdasar sumber yang saya kutip dari detiknews dan Kabarnet, luas tanah masjid ini sekitar 5 hektar berasal dari sumbangan wakaf developer Bukit Az-Zikra. Sedangkan biaya pembangunannya yang mencapai 40 miliaran berasal dari World Islamic Call Society, sebuah organisasi dakwah islam bentukan Qaddafy yang berpusat di Tripoli, Libya. Itulah kenapa pada awalnya masjid ini bernama Masjid Qaddafy. Namun, seiring dengan wafatnya Qaddafy, pengelola Masjid pun mengganti nama masjid dengan "Az-Zikra". Katanya, untuk menghilangkan kesan 'muatan politik'. Selain itu, memang pada awalnya pun Pemerintah Libya keberatan dengan nama "Masjid Qaddafy', tapi karena pihak yayasan Az Zikra berasalan ingin mengabadikan nama penyumbang dana, maka dipakailah mana 'Qaddafy'.
Masjid ini cukup megah. Tempat wudhu wanita panjang berderet-deret, demikian pula toiletnya. Jadi kalo ada acara ceramah akbar, bisa nampung sekitar ribuan jamaah. Kagak pake acara antri lama pokoknya!. Bangunannya sendiri 3 tingkat, dengan beberapa menara yang menyerupai menara di masjid Nabawi Madinah sono.

O'iya, entah kenapa, saat saya pertama kali memasuki halaman masjid itu, saya malah terkenang Qaddafy (kenapa pula? kenal dekat kagak, sodara pun bukan?). What I think...terlepas dari sepak terjangnya di Libya sana -yang katanya otoriter, diktator dkk- ternyata dia punya komitmen untuk membantu perkembangan dunia islam. Dan saya pun agak terpengaruh dengan pernyataan Ustad Arifin Ilham (pendiri Yayasan Az-Zikra) pada saat beliau isi ceramah di kantor saya. Beliau sempat bercerita tentang kesannya saat diundang Qaddafy ke Libya (Pak Ustad sempat beberapa kali diundang Sang Presiden kesana). 
Dari cerita yang disampaikan beliau, sama sekali tidak ada kesan 'kediktatoran' sang Presiden, malah yang muncul adalah kesan kesalehan tokoh itu. Yeah....mungkin itu sisi lain sang Presiden yang perlu dipelajari. Siapapun selalu punya sisi baik dan sisi buruk. Termasuk saya.

Penasaran dengan masjidnya? ini kupajang beberapa fotonya.
Tampilannya agak gelap, maklum diambil saat menjelang magrib, ada lembayung dibalik masjid itu.

Blog CInta Damai

Blog Cinta Damai




Monday, January 2, 2012

Pulau Seribu Pesona ..

Setelah sekian lama kita tidak pernah jalan bersama....(kyk syair lagu cinta ya? hihi.), di libur natal kemarin saya bareng keluarga besar ke Pulau Seribu. Enaknya punya keluarga 'besar' seperti ini nih: kami bisa saling berbagi biaya buat nginap, makan, dan sewa kapal. So..semua jadi terasa 'ringan' (ga juga sih, hiiks ..). Tapi yang paling utama : kebersamaan itu selalu menyenangkan!

Udah lama kami merencanakan ke Pulau Seribu. Dari beberapa tahun lalu kayaknya, tapi baru kesampean sekarang. Itu pun terasa ada yang kurang karena Ibu dan beberapa kakak ga ikut. Kami berangkat hari minggu pagi, dari rumah jam 06.00, naik kapal di Dermaga 6 Marina Ancol jam 09.00. 

Gelombang laut saat Desember gini memang lagi besar-besarnya ya? itu yang lupa kami perhitungkan! Di laut hujan turun. Kapal kami terombang-ambing bikin penumpang sakit kepala dan beberapa terasa mual. Apalagi kalo memilih duduk di dalam. Makanya saya ajak Jasmine duduk di luar, setelah memastikan hujan ga turun lagi, sambil menikmati beberapa pulau yang kami lewati.

Tujuan pertama kami adalah Pulau Tidung Besar. Turun dari kapal hujan gerimis, kami pun pilih naik becak Rp15.000,- menuju jembatan penyeberangan ke Pulau Tidung Kecil. Hehe..ternyata disini ada beca juga ya? pasti kiriman beca Jakarta!. Kami menyeberangi jembatan kayu yang paaannnjang dan laaaama...menuju Pulau Tidung Kecil. O'iya hati-hati lewati jembatan kayu ini, soale agak keropos dan beberapa bolong-bolong! Jasmine hampir kejeglong masuk lubang. Tapi untungnya jembatan itu melintasi laut yang tak dalam! saya perhatikan airnya kehijauan dan nampak batu karang terpapar. Berarti ga dalam toh??

Blog Cinta Damai
becak ekspor dari Jakarta
meniti jembatan kayu rapuh

Wednesday, December 28, 2011

Ternyata, yang Cakep itu disini!

Dua minggu lalu saya dan 3 orang teman berkunjung ke Manado. Seperti biasa, tadinya saya mau ngajak Jasmine, tapi setelah menimbang, mengingat dan memperhatikan perjalanan menuju kesana yang lebih dari 2 jam, maka saya memutuskan untuk tidak membawa Jasmine.

Perjalanan menuju Manado ditempuh sekitar 4 jam. Itu pun karena pesawat kami harus transit sejam di Makasar.Sebelumnya saya rada kesel, kenapa temanku harus pilih yang transit? tapi setelah pesawat mendarat di Bandara Hasanudin Makasar yang keren, saya bersyukur. Kapan lagi bisa ke Makasar? setelah dulu saya gagal berangkat ke Makasar, akhirnya kali ini -meski cuma di bandaranya- saya bisa menjejakan kaki di Makasar.

Sampai di Bandara Sam Ratulangi, kami berempat celingukan, bingung mau naik apa? rombongan kami langsung dikerubuti para sopir taksi dan mobil carteran. Mereka menawarkan jasa sewa mobil. Sewa seharian Rp350.000 untuk dalam kota saja, sedangkan untuk jalan-jalan keluar kota Manado dikenakan sekitar Rp600.000,-. Setelah mikir lama dan dihitung untung ruginya sewa, diputuskan: Sewa mobil! Kami berempat patungan Rp150.000/orang. Kami cuma sewa satu hari saja, karena memang cuma satu hari kami bisa bebas jalan2nya.

Sampai di hotel SwissBell, kami sholat dzuhur dulu, terus langsung cari makan. Salah satu teman yang sudah pernah kesini, mengajak kami ke pantai yang tak jauh dari lokasi hotel. Dia bilang ke pantai jaraknya kurang lebih 400 meter. Namun setelah melewati 400 meter, pantai belum juga nampak. Hadeuh....kepalang jalan kaki, ya udah lanjut. Total jalan kaki kira-kira 1,5 kilo-an. Lumayan tambah laper!. Disana pun ga langsung nemu tempat makan yang dimaksud (kami pengen makan ikan bakar sambal dabu-dabu). Yang ada malah Mc Donald. Ga seru ah! masa ga di Jakarta, ga di Manado makannya Mc Donald? (duh, sombong...). Di depan resto ini kamu cuma numpang foto-foto. View nya indah sekali: lautan biru. Nun diseberang lautan sana nampak Gunung Manado Tua dan Bunaken.

Blog Cinta Damai
memandang Gunung Manado Tua dan Bunaken..
Akhirnya, setelah jalan kaki kembali sekitar 1 kiloan, ketemu juga sebuah warung tenda ikan bakar Tude. Sayangnya tanpa sambal dabu-dabu. Dan ternyata yang jualan orang Makasar. Pantesan rasa ikan maupun sambalnya kok ga khas Manado. Anyway, kami tetap menikmati makan, maklum lagi lapar berat. Habis makan kemana? pulang dan tidur. capek nya luar biasa...

Monday, December 12, 2011

Palembang

Malas adalah penyakit nomor 1 yang harus diberantas!! Namun sampai sekarang, para ahli belum menemukan apa obatnya! Meskipun kelak ada, sepertinya bakal banyak pasien penderita penyakit Malas tidak mau memakan obat tersebut. Terutama saya!! hehe...
Demikian paragraf pembuka dari saya yang sedang dijangkiti penyakit Malas! Huhg..mari lupakan penyakit saya. Sekarang mari kita berkunjung ke kota yang terkenal dengan makanan lezatnya yang khas : Empek-empek dan Tekwan! Nyam..nyam... ingat kedua makanan itu saya jadi pengen balik lagi ke Palembang. 

Singkat kata, beberapa minggu lalu saya berkunjung ke Palembang. Ini pertama kalinya saya kesana. Sayangnya saya kesana tidak berbarengan acara SEA GAMES. Kalo saja pas acara itu, pasti saya akan menyempatkan diri nonton salah satu cabang olahraga di Stadion Jakabaring. 

Selama 3 hari 2 malam di Palembang, saya cuma sempat berkunjung ke Mesjid Agung, Jembatan Ampera dan Palembang Mall. O'iya..saya berburu maskot SEA GAMES kesana kemari, herannya tidak ada yang jual! katanya sih stok sudah habis. Saya cuma dapat kaos SEA GAMES..itupun harganya muahalll dan penjualnya terbatas. 

Ngomong-ngomong tentang Jembatan Ampera, jembatan ini indah sekali saat malam...terang benderang, apalagi bila posisi kita depan Mesjid Agung seberang air mancur. Keren!! Sebenarnya saya dan teman-teman ingin mencoba menyebarangi Jembatan, tapi peristiwa ambrolnya Jembatan Kukar membikin ciut nyali! hadeuh, Akhirnya kami hanya berfoto-foto depan jembatan dan berhasil mencoba makan tekwan dan empek-empek di atas perahu yang terapung di Sungai Musi. 

Satu hal yang saya kagum dari orang-orang Palembang adalah mereka sangat mencintai makanan khasnya! Saya dan teman-teman sampai heran, karena setelah diamati, umumnya menu jajanan mereka baik pagi, siang maupun malam sama: empek-empek atau tekwan yang memang lezat.  Saya saja sebagai pengunjung, cuma seskali makan tekwan atau empek-empek (belakangan, begitu kembali ke Jakarta, baru kerasa nyesel...kenapa sewaktu di Palembang engga dipuas-puasin makan kedua makanan itu?? hiiks..baru terasa 'pengen' sekarang). Opss...satu lagi makanan khas yang lezatt dan menyegarkan yang berhasil kami coba disana: Pindang Ikan Patin!! asam dan pedas. Sepertinya, diantara ketiga makanan khas Palembang yang paling saya suka ya sup itu! Harganya per porsi sup Rp40.000,-...saya engga tau harga di tempat lain. Jangan-jangan lebih murah ya? kebetulan driver travel kami merekomendasikan salah satu resto yang rame dan rada mahal. Tak apalah... yang jelas rasanya luar biasa enakk...segar dan pedas!

Blog Cinta Damai

Blog Cinta Damai



catatan: cuma berhasil upload foto Pindang Patin di atas, berhubung foto-foto lain hasilnya jelek dan burek! maklum, yang motret bukan profesional! 

Friday, October 14, 2011

Gurih 7

Blog Cinta DamaiKrik..krik..krik..krik.... suara jangkrik kenceng banget disini! sementara di pojok kiri-kanan atas-bawah udah banyak sarang laba-laba.. hehe...saking lamanya ga diutak-atik nih blog! Kalo kemarin alasannya PC-ku rusak terserang virus ga jelas, maka sekarang pemilik blog yang terserang virus 'M' alias Maless..  :)

Oke..sodara sebangsa setanah air, pertama-tama maafkeun kemalasan saya yang merajalele! Kedua, saya mo cerita tentang salah satu resto yang lumayan banyak dikunjungi orang di kota Bogor. Nama restonya GURIH 7..tau kan artinya Gurih?? enak dan renyah, bumbunya maknyuss gitu kira-kira. Lalu, apakah memang demikian makanannya? hm..., Let me think.....

Terlepas dari citarasa makanannya yang (menurut saya) 'biasa-biasa' saja, ada satu keunggulan resto ini yaitu lokasi yang strategis dan tempatnya yang cozy dan family banget! cocok deh kalo buat kumpul keluarga! Modelnya lesehan, panggung-panggung bambu gitu! Terus ditengah2 ada kolam ikan dan air terjun kecil. Pokoknya nuansa pedesaan deh! Tak lupa dilengkapi pula arena bermain anak, plus mushola yang layak.

So, kalo kamu berniat ngajak keluarga atau temen reunian..bolehlah book disini. Forget the foods, enjoy the cozy place!!


Tuesday, August 9, 2011

Ke Thamrin City aja....

Blog Cinta Damai
Selama Ramadhan gini, apa yang diburu orang-orang selain makanan? Yap! baju muslim! dan saya termasuk salah satu pemburu itu. Maklum pemirsa, kalo engga lebaran, saya jarang belanja baju muslim- baik buat saya sendiri maupun buat anak-anak. Meski sehari-hari pake jilbab, tapi baju saya bukan -the real- baju muslim. Sehari-hari saya cuma pake kemeja atau blus lengan panjang dengan panjang yang sedikit lewati my butt dilengkapi celana panjang yang -of course- bukan legging (saya bisa dipentung suami kalo coba-coba pake ini keluar rumah! ). Orang bilang pakaian saya itu belum Nyar'i...   :(   

Sebenarnya saya pengen pake baju muslim 'sesungguhnya'. Tapi saya termasuk orang yang ga ada 'manis-manisnya' (maksudnya ga lembut dan anggun! ). Saya bisa dengan cuek melompati pagar pembatas demi cari jalan tembus ke suatu gedung, atau saya masih gesit berlari-lari ke stasiun ngejar kereta demi pulang lebih cepat (meski akhirnya tetep saja kereta tak terkejar..../'wong kereta dilawan? ). So, jika saya harus pake baju muslim model gamis, tentu saya gak akan bisa bergerak sebagaimana saya maksudkeun di atas. 

Nah, sekarang pas menjelang lebaran gini, saya ingin sedikit manis dan anggun. Akhirnya Jumat lalu saya dan teman ke Thamrin City (jujur, ini kali pertama saya kesitu. Poor me!). Kesan pertama kesana: what  amazing!! bagai tarzan masuk kota atau si kabayan saba kota? saya senang luar biasa. Disana banyak pemandangan, tempat peristirahatan, di kota sejuk serta damai...(ini mah lirik lagu hymne Kota Bogor!) benernya, disana banyak pakaian muslim bagus ! Oh...ternyata disini toh, orang-orang kalo beli baju buat ke ondangan/pesta? gitu pikir saya dengan bodohnya. Selain modelnya yang ber-aneka rupa dan warna, harganya pun bersaing! Semakin banyak anda belanja (beli kodian) maka harga semakin miring. Tapi hati-hati, don't be greedy!  lebaran masih lama, puasa baru aja seminggu, entar uang belanja keburu abis! 

Singkat kata singkat cerita, saya berhasil menggondol mukena 2 biji, baju koko Yassin-Yasser 2 ekor, baju tidur mereka 2 potong, 2 helai daleman jilbab dan 2 lembar sajadah tipis. Sementara baju gamisnya engga jadi beli sekarang, nanti aja   :O   . Terus berapa habisnya? engga sampe 500-an....Yang jelas, kalo engga di-stop temen, saya bakal nguras ATM (bentar, emang masih ada isinya?? ) dan  hanya menyisakan saldo sebesar syarat saldo minimum. Intinya, saya puas belanja disini! selain lokasinya yang engga jauh dari kantor, mudah dijangkau kendaraan, harga bersaing dan banyak modelnya (baju muslim, mukena, jilbab dan perlengkapannya). Hm...saya engga tau ya, apakah harga disini sama dengan Tanah Abang atau Mangga Dua? menurut temenku sih, disini harganya lebih oke!

Akhirul kata, saya berkata dalam hati 'sebelum Idul Fitri- saya akan kesini lagi ah! Ngapain? beli mukena buat servants dan mertua! Yah....sekali setahunlah dibeliin... (masyaalloh!!!  )

Monday, May 23, 2011

Ke Bukittinggi

Mumpung lagi ada waktu luang, saya mo' posting tentang perjalanan minggu lalu ke Bukittinggi. Tadinya perjalanan itu nyaris batal, mengingat hari Senin (16 Mei 2011) mendadak Pemerintah bikin pengumuman dadakan libur nasional! walah...mana Surat Tugas belum di sign Boss besar, kami ga bisa jalan tanpa surat tugas itu! Padahal start perjalanan kami Rabu tgl 18 Mei! Bayangkan: belum beli tiket, belum booking hotel..pokoknya benar2 ga siap! Dilalah, pas Rabu pagi, boss besar tanda tangani surat tugas itu, serta merta tiga rekanku yang memang 'selalu' nekad- langsung pesen tiket, terus kontak rekan kami yang udah duluan jalan kesana untuk sediakan hotel, travel dll. Setelah kasak-kusuk sana-sini, akhirnya ketiga rekanku dapat pesawat Lion jam 15.00 hari itu juga! Saya? kubilang: engga jadi deh..aku ga siap! kalo ikut kalian sore ini, saya harus pulang dulu ke Bogor, nge-pack trus pamit ama anak2 dsb. Sementara kemarin saya udah bilang ke suami dan ibuku bahwa saya engga jadi ke Bukittinggi. Tidak terima atas putusanku yang batal ikut, rekan2ku pake cara 'paksa' supaya saya ikut, kata mereka: 'harus ikut! kan di surat tugas Mbak selaku pemimpin rombongan?' (ngarang banget!! padahal ga ada tuh kalimat itu!! :D ).

Thursday, April 28, 2011

2 jam di Galeri Nasional

Menindaklanjuti rekomendasi Sodara A Vip di blognya, kemarin jam makan siang saya dan rekan-rekan ke Galeri Nasional yang berada di seberang Stasiun Gambir. Saya ingin menyaksikan sekaligus membuktikan kebenaran komen Sodara A vip yang bilang bahwa pameran mobil di Ganas sebagai 'karya seni luar biasa'. Dan setelah saya sampai sana ternyata: Anda Benar Sodara A vip!! two thums up ! Saat lihat deretan mobil yang keren2 saya jadi teringat Yassin dan Yasser. Kalo mereka disini, pasti mereka udah jingkrak2 dan ribut bilang 'keren! keren' !

Sebenarnya pas berangkat kesana hari sedang hujan, tapi dengan modal semangat '2011, kami berangkat. O'ya saya saat ini memang lagi suka kunjungi museum, pameran barang antik dan sebangsanya, ini dalam rangka mendukung hobi dua orang rekan saya yang lagi keranjingan fotografi! Dan, inilah hasil jepretan mereka dan juga jepretan amatiran saya :D ....

Monday, April 11, 2011

Ke Kota Malang

Rabu hingga Jumat minggu lalu saya ada acara sosialisasi ke Kota Malang. Tadinya dari kantor yang ditugaskan 2 orang, cuma pas detik-detik terakhir rekan saya mengundurkan diri. Akhirnya saya jalan sendirian. Bagi saya tak masalah sendirian pergi ke daerah, enjoy aja! apalagi saya mengajak serta baby Jasmine dan si mbak-nya! Tentunya mereka pake biaya saya sendiri (ga ditanggung kantor!).
Ini pertama kalinya saya ke Kota Apel. Sebelum berangkat saya sudah browsing cari tau tentang kota ini, wisata kulinernya dimana? tempat-tempat menariknya apa aja dll.

Thursday, March 10, 2011

Ke Museum Yuk!!!

Blog Cinta Damai
Udah lama ga ke museum. Terakhir ke museum kayaknya jaman SMP (atau SD ya??). Berangkat dari rasa suka hal-hal 'jadul' dan aura 'mistis' , Selasa kemarin saya ajak rekan-rekan ke Museum Gajah alias Museum Nasional. Tadinya sih agar dua rekan saya yang lagi keranjingan fotografi bisa sekalian ambil foto disana, karena saya tahu persis disana lokasinya bagus buat foto-foto. Sayangnya kedua rekan saya ini malah 'lenggang kangkung' . Walhasil sampai sana mereka menyesal setengah mati dan setengah hidup! hiih...pan udah kukasih tau dari kemarin, kalo kesana bawa perlengkapan kalian!