Showing posts with label toko buku. Show all posts
Showing posts with label toko buku. Show all posts

Wednesday, August 8, 2012

Dapat Rejeki ..(Lagi)

Rejeki memang bisa darimana saja dan bisa dalam bentuk apa saja. Ga harus uang! 
Seperti kali ini, Senin kemarin mendadak saya dapet kiriman 2 buah buku gratisan dari Kang Asep Haryono, karena saya berhasil menebak foto di postingannya minggu lalu. 
Buku pertama karangan Dahlan Iskan judulnya GANTI HATI, dan yang kedua karangan Goris Mustaqim dan Heri Mohamad Tohari judulnya PEMUDA MEMBANGUN BANGSA DARI DESA.
Buku Dahlan Iskan itu sudah lama pengen saya miliki dan baca. Tiap kali saya ke toko buku saya sering lihat buku itu, tapi gak pernah beli. Hehe..
Eh, dilalah, pada suatu hari saat saya baca blog Kang Asep, disitu ada tebak-tebakan foto berhadian buku itu. Jelas saya ga mau lewatkan kesempatan donk? sapa tau dapet tuh buku, jadi kan saya ga perlu beli? 
Dan akhirnya, seperti yang kita lihat, Alhamdulilah buku itu jadi milik saya sekarang! 
Kalo rejeki emang ga kemana ya...
AYo, Kang Asep..adain lagi tebak2an berhadiah buku. Atau apa sajalah selain buku (kali2 aja...berhadiah motor! hihi..).
Yuk kita berburu rejeki di dunia blog? salah satunya bisa dengan ikutan Giveaway yang diselenggarakan beberapa blogger.
Buat yang belum ikutan Giveaway Asyiknya Berbisnis di blog-ku, masih ada kesempatan sampai malam takbiran bergema...

Friday, June 1, 2012

Pendidikan Sex untuk Anak

Blog Cinta Damai
Waduh, kok blog ini jadi bahas sex? engga, saya ga akan kopas masalah itu. Postingan ini dibuat dalam rangka share pengalaman buat mereka yang saat ini atau kelak memiliki anak ABG yang 'sedang-sedangnya' banyak bertanya tentang segala hal, termasuk masalah sex.

Seperti yang pernah saya posting sebelumnya disini, anak pertama saya Yassin - sedang memasuki masa ABG, masa akil baliq. Seumur gitu, seorang anak tidak lagi mau disebut 'anak kecil', tapi belum pula mau disebut 'dewasa'. Emosi-nya mulai ga tentu. Kalo ga sabar, saya dan Yassin bisa sering debat-kusir. Dan kalo dipikir-pikir, dia paling senang bertanya dan berdebat dengan saya dibanding dengan ayahnya! padahal idealnya kan anak lelaki bertanya pada ayah-yang juga laki-laki, bukan?

Demi mengantisipasi pertanyaan Yassin yang bertub-tubi mengenai segala hal tentang sex, dan setelah saya dulu mengikuti seminar Bu Elly Risman setengah hari di kantor suami seperti yang saya ceritakan di postingan yang ini, saya mulai membekali diri dengan sebuah buku yang dikarang oleh Bu Elly Risman dkk. Buku ini enak dibaca dan perlu (kok jadi kayak slogan sebuah surat kabar??hehe..). 

Buku bertitle Ensexclopedia yang ditujukan buat orangtua, guru dan juga para anak tersebut, isinya lumayan lengkap menjawab hampir semua pertanyaan yang sering dilontarkan anak-anak. Dikemas dengan bahasa yang ringan, detail, dan tentu ga vulgar. Namun, terlepas dari itu semua, menurutku masih ada beberapa hal dalam buku ini yang sepertinya tetap kalo anak kita yang baca, masih belum jelas betul! (pada saat saya baca buku ini, saya berusaha memposisikan diri sebagai seorang anak). Mungkin itu karena Bu Elly dkk mencoba menghindar dari kesan 'vulgar' tadi ya? itu sebabnya, kita sebagai orangtua- tetap perlu menyiapkan amunisi alias jawaban untuk pertanyaan selanjutnya dari si anak tentang apa yang diungkap di buku ini! 
Yah..memang tak ada yang sempurna dalam hidup ini! Kesempurnaan itu hanya milik Allah SWT, dan kekurangan itu milik Mbak Dorce. ..heh, peace Mbak Dorce!!



Thursday, January 5, 2012

Gemar Membaca

Rabu minggu lalu, saat jam istirahat kerja saya dan teman ke sebuah toko buku. Rencananya ingin beli buku cerita buat Jasmine. Saat menuju rak buku cerita anak-anak, saya lihat beberapa anak laki-laki dengan pakaian main dan bersendal jepit sedang mendiskusikan sebuah buku. Kulirik, buku yang mereka bicarakan adalah buku sejarah tokoh-tokoh dunia. Sementara itu, di sudut lain ada tiga orang anak perempuan -masih dengan gaya yang sama- asyik membaca buku cerita. Mereka sama sekali tak peduli, saat saya mengambil foto. O'iya, ini kan musim liburan sekolah? Anak-anak ini rupanya sedang menghabiskan masa liburan di toko buku.

Toku Buku dan Membaca adalah 2 hal yang sampai sekarang sulit sekali saya tularkan pada kedua anak lelakiku. Saya engga peduli, apakah yang dibaca itu buku pelajaran atau buku cerita, yang penting pertama mereka SUKA!. Lihat, betapa irinya saya melihat anak-anak di toko buku itu. Saya cuma bisa berandai-andai, andaikan yang sedang duduk lesehan itu Yassin atau Yasser.


anak2 di suatu toko buku
Saya masih ingat, tahun lalu waktu kakak saya bersama kedua putrinya berlibur di rumah kami, putri sulungnya datang dengan membawa satu tas berisi novel-novel koleksinya! Tebak berapa umur anak itu? 7 tahun! How could? saya sampai terkagum-kagum saat dengan lancarnya dia menceritakan kembali pada saya beberapa novelnya. Saya tanya kakak, kok bisa sih anaknya gemar baca novel gitu? kakak ku bilang, mungkin karena dia melihat ayahnya yang juga suka membaca. Owh...I see! ternyata apa yang dilakukan anak mencontoh dari orangtuanya. Tapi rasanya suamiku juga suka membaca di rumah (meski ga rutin), aku juga suka membaca novel (sayangnya setelah punya Jasmine, mulai males baca :D  ). Kedua jagoanku kenapa ga niru emak-bapaknya ya? apa yang salah dengan pola pengajaranku?

Segala upaya sudah saya lakukan agar kedua jagoanku gemar membaca: mulai dari kubacakan buku cerita, kubawa mereka ke toko buku (mereka cuma lihat-lihat sebentar lantas lebih tertarik untuk berkunjung ke rak mainan! fiuhhh..). Tak sampai disitu, aku sempat berlangganan paket Bee (majalah, ensiklopedia, cd dan komik), kubelikan mereka komik Ben Ten sebanyak 6 buah! Pada mulanya mereka antusias membaca, tapi setelah berjalan beberapa lama...buku-buku itu tergeletak begitu saja di lantai, sementara mereka sudah berlarian menuju PS dan komputer.  Sampai sekarang, paket Bee itu entah kemana, sementara dari keenam buku Ben Ten cuma 2 yang dibaca. 

seandainya Yassin-Yasser seperti mereka ...

Ketidaksukaan mereka untuk membaca berakibat pula pada nilai-nilai mereka di sekolah, khususnya yang terkait hapalan seperti IPS dan PKN. Kuamati sepertinya kedua anakku lebih suka yang bersifat praktis, seperti Matematika atau komputer. Dan memang, di kedua mata pelajaran itu mereka lebih unggul. Menyadari hal itu, suamiku berusaha bijak, katanya: ya sudahlah, kita ikuti saja kemana bakat dan niat mereka mengalir. Saya pikir juga demikian, setiap anak punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Saya tidak boleh berharap banyak agar kedua jagoanku gemar membaca! Biar mereka tumbuh apa adanya mereka. Kita sebagai orangtua cuma bisa mengarahkan. Dan sekarang, saya sedang fokus pada si kecil Jasmine. Saya harap, sebagai anak perempuan - dia akan lebih suka membaca (seperti anak perempuan pada umumnya!). Dengan demikian, tumpukan novel koleksi saya yang sudah tersusun rapi di lemari buku dan berdebu, kelak tidak akan sia-sia. Hehe...